Friday, December 3, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Bupati Tantri dan Forkopimda Silaturahim dengan Masyarakat Tengger

Bupati Tantri dan Forkopimda Silaturahim dengan Masyarakat Tengger

Reporter : Mujiono
SUKAPURA – Malam menjelang ritual Yadnya Kasada atau dikenal dengan malam resepsi hari raya Yadnya Kasada 1942 Saka Tahun 2020 sengaja ditiadakan karena adanya pandemi COVID-19.

Rangkaian tersebut dilakukan dengan prosesi ritual doa bersama yang dilakukan masyarakat Tengger dengan membawa hasil bumi sebuah tradisi dan adat masyarakat Tengger di perayaan Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten yang berada di lautan pasir Gunung Bromo.

Menjelang ritual Yadnya Kasada tersebut, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo dan Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan melakukan silaturahim sekaligus memberikan ucapan selamat pada momentum perayaan Yadnya Kasada, Senin (6/7/2020) malam di aula Wisma Uciek Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura.

Acara tersebut dihadiri pula oleh Tokoh Adat Tengger yang juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo didampingi Dukun Pandita Bagi Umat Hindu Suku Tengger Sutomo serta para Kepala Desa se-Kecamatan Sukapura.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo dan segenap Kepala OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Perayaan Yadnya Kasada di tahun 2020 tepatnya tahun baru Saka 1942 tetap dilaksanakan di tengah-tengah pandemi COVID-19 tanpa ada wisatawan yang berkunjung di Wisata Bromo Tengger Semeru. Yadnya Kasada ini hanya melibatkan masyarakat Tengger sekitarnya dengan syarat mematuhi protokol kesehatan mencegah penyebaran COVID-19 baik pada saat doa bersama di Pura Luhur Poten maupun pada saat ritual larung sesaji hasil bumi di kawah Gunung Bromo.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menjelaskan biasanya perayaan Yadnya Kasada ini digelar dengan meriah yang dihadiri oleh wisatawan. Tetapi untuk saat ini sengaja digelar sederhana tanpa dihadiri pengunjung dari luar daerah atau wisatawan yang menikmati wisata Bromo disebabkan pandemi COVID-19.

“Disiplin menerapkan aturan protokol kesehatan harus digaungkan dan juga sebagai modal utama dalam menghadapi dan mencegah penyebaran pandemi COVID-19 di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, bukan hanya karena masuk zona hijau Kabupaten Probolinggo saat ini menjadi prioritas perhatian. Yang terpenting adalah kualitas pelayanan preventif dan menggenjot upaya-upaya kuratif untuk mempercepat proses kesembuhan yang harus dilakukan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sutomo selaku Dukun Pandita Umat Hindu Suku Tengger menyampaikan pada momentum pandemi COVID 19 dari konteks ritual pada perayaan Yadnya Kasada tidak ada perbedaan dengan tahun-tahun yang lalu. Terdapat 50 dukun yang dari empat wilayah yakni dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang berkumpul di Pura Luhur Poten Bromo.

“Harapan bagi masyarakat Tengger di tengah-tengah pandemi COVID 19 merasa luar biasa. Artinya masyarakat Tengger berjuang melawan pandemi COVID-19 dan selalu berdoa agar supaya pandemi cepat berakhir. Upaya yang dilakukan masyarakat salah satunya adalah menerapkan aturan Pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya. (y0n)