Monday, November 30, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Budidaya Udang Vanname, Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Budidaya Udang Vanname, Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Reporter : Mujiono
KRAKSAAN – Saat ini budidaya udang vanname mulai banyak digeluti oleh masyarakat. Selain prospeknya yang cukup menjanjikan, pangsa pasar penjualannya juga sangat terbuka lebar. Tidak heran jika budidaya udang vanname ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di masa pandemi COVID-19.

Moh. Taufiq (47), merupakan salah satu petani tambak budidaya udang vanname yang ada di Dusun Bon Pereng RT 01/RW 05 Desa Sidopekso Kraksaan. Budidaya udang vanname ini sudah digeluti sejak 5 tahun terakhir. Atas usaha dan jerih payahnya dengan penuh ketekunan, kesabaran dan ketabahan yang diiringi dengan doa telah membawa hasil dan kesuksesan hingga memiliki inovasi terhadap budidaya udang.

“Saya menggeluti budidaya udang vanname ini berangkat dari keprihatinan terhadap potensi sumber daya alam yang ada dalam hal pertanian dan perikanan. Saya mengawalinya dengan area sepetak yang dikelola secara super ekstensif. Dengan kemajuan dan perkembangan, dari awalnya sepetak berkembang menjadi 17 petak atau dengan luasan 1000 hingga menjadi 40 ribu meter persegi,” ungkapnya.

Pengembangan kawasan minapolitan perikanan budidaya udang vanname yang dikelola Moh Taufiq ini merupakan salah satu pengembangan kawasan yang konsisten terhadap tambak budidaya udang vanname.

“Budidaya dengan sistem penerapan super ekstensif hasilnya hingga mencapai 3 ton dibandingkan dengan budidaya secara tradisional yang menghasilkan satu kwintal,” jelasnya.

Menurut Moh Taufiq, budidaya udang vanname dikelola secara super ekstensif memiliki hasil yang berlimpah dan berkualitas dibandingkan dengan dikelola ekstensif atau tradisional. “Budidaya udang vanname yang saya kelola memiliki tingkat pangsa pasar ekspor atau pasar internasional,” tegasnya.

Taufiq menerangkan budidaya yang diterapkan adalah budidaya flok ramah lingkungan bahan baku probiotik yang dicampur dengan manajemen pola pakan yang berasal dari hasil bumi di sekitarnya berupa daun mimba, buah mengkudu, kelor dan sebagainya. Tidak perlu menggunakan pakan dari pabrikan, cukup dengan memberikan pakan alami dan mampu meningkatkan kualitas budidaya udang vanname.

“Kelompok budidaya udang yang kami lakukan tetap eksis dan didukung oleh Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo agar supaya menjadi pengusaha yang baik dan handal. Usaha yang kami kelola ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan hingga menyerap tenaga kerja sebanyak 100 orang per petak. Sehingga sangat pengaruh sekali terhadap ekonomi di lingkungannya,” tambahnya.

Sementara Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Azis mengatakan bahwa usaha budidaya udang di Kabupaten Probolinggo sendiri sudah berkembang. Banyaknya budidaya udang diawal sebelum tahun 2010 mencapai 10 pertambakan intensif.

“Setelah tahun 2010 usaha tambak budidaya udang di Kabupaten Probolinggo telah mencapai 75 petambak perorangan intensif. Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo terus berupaya mensupport bagi para pembudidaya khususnya budidaya udang,” katanya.

Menurut Wahid, bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Probolinggo ingin meningkatkan perekonomian masyarakat dalam hal usahanya. “Disaat situasi pandemi COVID-19 Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Perikanan terus memicu peningkatan produktivitas perikanan budidaya yang secara otomatis juga menghadirkan peluang untuk keterlibatan masyarakat,” pungkasnya. (y0n)

cww trust seal