Depan > Berita Terkini > BPS Evaluasi Pendataan SEPBS 2021

BPS Evaluasi Pendataan SEPBS 2021

Reporter : Mujiono
PROBOLINGGO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar evaluasi pendataan Survei Efektivitas Program Bantuan Sosial (SEPBS) Tahun 2021 untuk mendapatkan informasi secara detail kemiskinan ekstrem, Kamis (30/12/2021) di ruang pertemuan Paseban Sena Probolinggo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari, Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Dadang Hardiwan, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Syaiful Rahman dan Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Yulius Christian.

Evaluasi pendataan SEPBS juga melibatkan 5 (lima) pimpinan pada BPS se-Jawa Timur sekaligus nantinya mendapatkan pengetahuan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Provinsi Jawa Timur dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur selaku narasumber.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan, tetapi telah terkendala adanya pandemi Covid-19. Bahkan dampak pandemi Covid-19 menyebabkan naiknya angka kemiskinan salah satunya di Kabupaten Probolinggo. Target kemiskinan ekstrem di Indonesia nantinya menjadi 0% sesuai arahan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo.

“Melalui kegiatan survei yang dilakukan BPS sebagai instansi yang berada dipilar ketiga bertugas untuk melakukan evaluasi. Harapannya setelah didapat dari survei kemiskinan ekstrem atau SEPBS benar-benar dapat memotret kondisi bantuan yang sudah digulirkan. Apa yang sudah diupayakan bisa tercatat dan bisa membuat kemiskinan di Kabupaten Probolinggo terus menurun,” ujarnya.

Sementara Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Dadang Hardiwan mengharapkan agar kemiskinan ekstrem dapat mencapai 0%, perlu dilakukan sinergitas dan kolaborasi yang kuat beserta bekerja secara extraordinary. “BPS juga berperan penting untuk melakukan pemantauan dan evaluasi agar supaya bantuan yang diberikan oleh pemerintah nantinya tepat sasaran atau orang yang benar-benar masuk kriteria kemiskinan ekstrem,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Syaiful Rahman menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dari sisi di lapangan, pengolahan dan administrasi. “Dalam penyempurnaan agar dapatnya memperoleh informasi secara detail terkait kemiskinan ekstrem sebagai panduan pelaksanaan di tahun mendatang 2022,” katanya. (y0n)