Sunday, September 19, 2021
Depan > Kemasyarakatan > BPBD Salurkan Bantuan Air Bersih

BPBD Salurkan Bantuan Air Bersih

Reporter : Syamsul Akbar
LUMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang ada di RT 09 RW 03 Dusun Krandon Desa Tandon Sentul Kecamatan Lumbang, Sabtu (21/8/2021) pagi.

Dalam pemberian bantuan air bersih tersebut, truk tangki pengangkut air bersih BPBD berkapasitas 5000 liter diserbu warga yang membutuhkan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo mengatakan pemberian bantuan air bersih ini disalurkan kepada 23 KK (Kepala Keluarga) dan 87 jiwa yang ada di Dusun Krandon Desa Tandon Sentul Kecamatan Lumbang.

“Pengiriman air bersih ini kami lakukan setelah ada permintaan dari pihak desa melalui Kecamatan Lumbang. Karena warga yang berada di satu RT tersebut memang betul-betul kesulitan mendapatkan air bersih dalam seminggu terakhir,” katanya.

Menurut Rachmad, pengiriman air bersih ini dilakukan untuk membantu mengatasi kekurangan air bersih dan membantu masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“Harapannya dengan bantuan ini bisa mengurangi beban masyarakat dari dampak kekurangan air bersih,” harapnya.

Sementara Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengungkapkan penyaluran air bersih ke Dusun Krandon Desa Tandon Sentul Kecamatan Lumbang ini dilakukan melalui pemberitahuan dari Kecamatan Lumbang. Sebab dusun tersebut memang masuk kategori rawan air bersih terutama nanti bila kemarau.

“Bagi desa-desa lain yang memang betul-betul kesulitan air bersih kami harap segera berkirim surat ditujukan kepada Ibu Bupati Probolinggo dengan tembusan BPBD Kabupaten Probolinggo. Kami siap untuk membantu mengirimkan air bersih bagi masyarakat yang kesulitan air bersih,” ungkapnya.

Sugeng berharap setelah berkirim surat permintaan air bersih dan sudah ditindaklanjuti oleh BPBD, pihak desa hendaknya memerintahkan warganya untuk menentukan titik kumpul pengambilan air bersih tetapi protokol kesehatan tetap dijaga dengan baik.

“Tempat pengiriman air bersihnya saja yang disiapkan. Untuk warganya tidak perlu berkumpul sehingga tidak timbul kerumunan. Cukup beberapa orang saja yang menjaga tempat airnya. Nanti kalau sudah selesai bisa diambil secara bergantian. Khawatir muncul kluster baru dari pengiriman air bersih,” pungkasnya. (wan)