Depan > Kemasyarakatan > BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Desa Karanganyar

BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Desa Karanganyar

Reporter : Syamsul Akbar
BANTARAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi dan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Karanganyar Kecamatan Bantaran, Selasa dan Rabu (23-24/8/2022).

Pembentukan Destana ini diawali dengan sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Karanganyar Kecamatan Bantaran. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan karang taruna yang siap menjadi relawan di Desa Karanganyar Kecamatan Bantaran.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Probolinggo Zaenal Ansori, Forkopimka Bantaran serta Kepala Desa Karanganyar Sudi.

Sebelumnya di tahun 2022 ini, Destana sudah dibentuk di Desa Bulujaran Kidul Kecamatan Tegalsiwalan dan Desa Tambelang Kecamatan Krucil. Khusus di Desa Tambelang ini menggunakan anggaran dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Probolinggo Zaenal Ansori mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membentuk Destana yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan mampu menghadapi potensi ancaman yang ada di daerahnya.

“Apabila ada suatu bencana, relawan desa ini yang akan bergerak lebih awal membantu menangani bencana. Oleh karena itu mereka diberikan materi kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Kebetulan di Desa Karanganyar ini ada potensi bencana longsor, banjir bandang dan angin puting beliung,” katanya.

Menurut Zaenal, nantinya setelah terbentuk Destana diharapkan bisa berkelanjutan meningkatkan sumber daya manusianya sebagai relawan. Karena ini baru tahap sosialisasi diperkenalkan bencana, kemudian dibentuk dan setelah itu peningkatan sumber daya manusia.

“Tugas utama dari relawan di Desa Tangguh Bencana ini adalah membantu masyarakat dalam keadaan darurat bencana. Intinya relawan desa inilah yang bergerak lebih awal dalam menangani bencana. Setelah dibentuk harapannya desa bisa meningkatkan kapasitas yang ada melalui APBDesa,” jelasnya.

Dengan adanya pembentukan Destana ini Zaenal mengharapkan masyarakat khususnya relawan desa paham akan potensi bencana sehingga mereka bisa mempersiapkan diri. Dengan adanya informasi ini, diharapkan desa-desa lain bisa membentuk sendiri Destana dengan mempersiapkan jumlah personil yang akan menjadi relawan saat terjadi bencana.

“Harapannya, masyarakat bisa lebih paham akan potensi terjadinya bencana. Sebab terjadinya bencana ini tidak dapat diprediksi. Jika bisa kenal dengan bencananya, maka tentu akan kenal penanganannya. Akhirnya masyarakat bisa siap siaga,” ujarnya.

Lebih lanjut Zaenal menegaskan hingga saat ini sudah ada 53 desa dan kelurahan yang sudah membentuk Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana. Disamping dana dari BPBD Kabupaten Probolinggo, pembentukan Destana ini juga dilakukan melalui dana dari BPBD Provinsi Jawa Timur.

“Selama ini peran relawan Destana ini mempermudah komunikasi jika terjadi suatu bencana. Jadi kita sudah menghubungi relawan saat terjadi bencana sehingga bisa bergerak lebih awal. Nanti kita menindaklanjuti lebih jauh. Karena dia yang tahu dan berdomisili di desanya,” pungkasnya. (wan)

https://probolinggokab.go.id/wp-content/uploads/2019/01/slotmaxwin/ https://bali.bawaslu.go.id/assets/artikel/slotgacormaxwin/ https://slot.papuabaratprov.go.id https://www.rtpharmoni.id/ slot pulsa slot slot online slot88