Depan > Kemasyarakatan > BLK Kraksaan Berikan Pelatihan Ketrampilan Bagi Pencari Kerja

BLK Kraksaan Berikan Pelatihan Ketrampilan Bagi Pencari Kerja

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka memberikan bekal ketrampilan kepada masyarakat, UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kraksaan pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja berdasarkan unit kompetensi berbasis kompetensi untuk 5 (lima) paket kejuruan sebanyak 9 (sembilan) kelas.

Kelima paket kejuruan tersebut meliputi menjahit pakaian dengan mesin dan Prosesing Hasil Pertanian (PHP) masing-masing sebanyak 3 kelas serta bordir apparel, komputer dan otomotif servis sepeda motor masing-masing sebanyak 1 kelas. Tiap-tiap kelas diikuti 16 orang sehingga total untuk 9 kelas mencapai 144 orang peserta dengan 240 Jam Pelajaran (JP) atau 30 hari setiap kelasnya.

Untuk menjahit pakaian dengan mesin dilaksanakan di UPT BLK Kraksaan, Desa Paiton Kecamatan Paiton dan Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura, PHP dilaksanakan di Desa Karangpranti Kecamatan Pajarakan, Desa Alassapi Kecamatan Banyuanyar dan Desa Sambirampak Kidul Kecamatan Kotaanyar, bordir apparel dilaksanakan di Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk, komputer dilaksanakan di Desa Sumbersecang Kecamatan Gading dan otomotif servis sepeda motor dilaksanakan di UPT BLK Kraksaan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt Sekretaris Disnaker Kabupaten Probolinggo Akhmad didampingi Plt Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Didik Dali Histo Rijanto, Kepala UPT BLK Kraksaan Ali Imron serta para instruktur, Rabu (21/9/2022).

Plt Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Didik Dali Histo Rijanto mengungkapkan pelatihan ini dilakukan untuk mengupgrade skill, pengetahuan, mengasah sikap, etika dan perilaku peserta dengan tujuan menjembatani program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran baik disebabkan menunggu lepas pendidikan atau menunggu sebab PHK.

“Pelatihan ini diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo lewat BLK diimplementasikan dalam bentuk pelatihan gratis dengan harapan dapat bermanfaat bagi calon-calon pencari kerja dalam memperdalam ilmu, mengembangkan potensi dan melegalisasi kompetensi,” ujarnya.

Sementara Plt Sekretaris Disnaker Kabupaten Probolinggo Akhmad menyampaikan di era revolusi industri 4.0 ini semua dituntut harus mandiri. Jadi orientasinya jangan lagi mencari kerja, tetapi bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini nantinya para peserta bisa menjadi mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan dan pemberi manfaat pada lingkungan sekitar. Kita sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain. Ajaklah orang lain yang membutuhkan lapangan pekerjaan untuk bergabung,” katanya.

Hanya saja jelas Akhmad, untuk mencapai hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh sebuah perjuangan yang sangat gigih sekali. Oleh karena itu, apa yang diperoleh dari pelatihan ini harus betul-betul diterapkan dengan baik.

“Di era sekarang banyak sekali pengangguran. Belum lagi ditambah setiap tahun ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Dalam menyikapi hal tersebut, kita tidak hanya harus mempunyai skill dan kemampuan, tetapi juga harus kreatif,” jelasnya.

Menurut Akhmad, semua orang dituntut harus kreatif dengan menciptakan banyak sekali pola dan teknik baru dalam rangka mendongkrak ilmu yang didapat. Jangan asal yang penting laku, tetapi juga harus kreatif dan aktif menawarkan kepada masyarakat baik secara online maupun offline.

“Bagaimana orang melihat produk itu tertarik. Untuk urusan rasa itu menjadi urusan kedua. Oleh karena itu, jangan putus asa dan jangan berhenti bertanya. Saya harapkan peserta aktif dalam mengikuti pembelajaran. Tanyakan jika ada hal-hal yang kurang dimengerti,” tegasnya.

Terpisah Kepala UPT BLK Kraksaan Ali Imron mengatakan pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan pengetahuan dan ketrampilan sesuai bidang kejuruan masing-masing serta meningkatkan ketrampilan masyarakat usia produktif yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ataupun yang masih belum bekerja.

“Dengan ketrampilan yang telah dimiliki diharapkan peserta dapat menumbuhkan jiwa wirausaha mandiri serta terwujudnya kualitas sumber daya manusia yang terampil, kompeten dan produktif pada masing-masing kejuruan,” katanya. (wan)