Friday, February 23, 2024
Depan > Pendidikan > Baznas Serahkan Dana BOP Pendidikan Kesetaraan Bagi 6 PKBM

Baznas Serahkan Dana BOP Pendidikan Kesetaraan Bagi 6 PKBM

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo menyerahkan dana Bantuan Operasional Pengelolaan (BOP) Pendidikan Kesetaraan semester genap (IV) bagi 6 (enam) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Selasa (15/2/2022).

Penyerahan yang dipusatkan di PKBM Iqro’ Desa Tambakrejo Kecamatan Tongas ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil didampingi Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo serta Camat Tongas Abd Ghafur.

BOP Pendidikan Kesetaraan dari Baznas Kabupaten Probolinggo ini diserahkan kepada PKBM Iqro Kecamatan Tongas, PKBM Darul Ulum Kecamatan Krucil, PKBM Prima Bakti Kecamatan Dringu, PKBM Sekar Sari Kecamatan Pakuniran, PKBM Tri Sakti Kecamatan Gading dan PKBM Luniaz Kecamatan Kotaanyar.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzamil mengungkapkan pemberian bantuan operasional ini dilakukan setelah ada inisiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo bagaimana dana Baznas diarahkan sebagian kepada pendidikan.

“Pemanfaatan dana Baznas dilakukan untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Pemberian bantuan operasional ini kaitannya supaya bisa mengentaskan kemiskinan dari sisi pendidikan,” ujarnya.

Muzamil menerangkan dalam menilai pertumbuhan pembangunan berasal dari Indek Pembangunan Manusia (IPM). Salah satu faktor yang menentukan adalah tingkat kemiskinan. Dimana yang menyebabkan kemiskinan tinggi karena pendidikan yang rendah. Oleh karena itu dengan tingginya pendidikan, diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan.

“Melalui hal itulah, Baznas berupaya untuk mendanai PKBM. Namun demikian, PKBM yang ada harus siap menerima jika ada kunjungan dari Baznas lain yang ada di Jawa Timur. Sebab banyak Baznas lain di Jawa Timur yang ingin meniru program ini. Terlebih Ketua Baznas Jawa Timur sangat konsen sekali terhadap pendidikan. Mari untuk dipersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan,” tegasnya.

Tidak lupa Muzamil juga memberikan apresiasi terhadap PKBM yang juga memiliki kelompok usaha. Karena selain fokus kepada pendidikan, PKBM mampu memberikan bekal ketrampilan kepada warga belajarnya.

“Nantinya kalau memang di kelompok usaha ini warga belajarnya tergolong fuqoro dan mempunyai bakat mengembangkan usahanya, Baznas siap memberikan pendanaan melalui program pemberdayaan ekonomi ummat. Tapi harus kelompok kategori miskin. Semoga BOP yang digelontorkan Baznas betul-betul dimanfaatkan secara maksimal oleh PKBM,” harapnya.

Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Probolinggo yang telah memberikan bantuan operasional bagi 6 PKBM yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Waktu itu kami memang menginisiasi bagaimana kemudian sebagian dari dana Baznas Kabupaten Probolinggo dialirkan untuk peningkatan pendidikan demi menuntaskan pendidikan kesetaraan. Alhamdulillah gayung bersambut dan Baznas menerima keinginan kami untuk bersama-sama membantu PKBM,” katanya.

Menurut Rozi, pihaknya sengaja menggandeng Baznas dalam hal dana operasional PKBM. Sebab jika hanya menggunakan BOP (Bantuan Operasional Penyelenggaraan) saja dananya sangat terbatas, tidak spesifik dan tidak luwes. Selain itu, pemanfaatannya hanya untuk warga belajar yang umurnya maksimal 21 tahun. Sementara untuk usia di atas 21 tahun tidak bisa.

“Oleh karena itu harus ada ikhtitar lain untuk mendanai warga belajar yang usianya diatas 21 tahun. Alhamdulillah dengan Baznas semuanya dapat berjalan dengan lancar. Bantuan operasional bagi PKBM ini sudah berjalan 2 tahun. Saya harapkan kepada PKBM yang dapat dana Baznas agar dikelola dengan professional,” jelasnya.

Rozi menerangkan PR (Pekerjaan Rumah) untuk melakukan pendidikan luar biasa besar dan komplek. Saat ini rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Probolinggo 6,631. Hal ini berarti masyarakat baru lulus SD dan belum SMP. “Masih banyak anak-anak kita yang belum selesai pendidikan dasar, terutama SMP, SMK dan SMA. Mari kita berikan layanan pendidikan kesetaraan melalui paket B dan C,” tegasnya.

Lebih lanjut Rozi menambahkan bahwa peran PKBM sangat luar biasa vital dan strategis untuk meningkatkan indeks pendidikan. Sebab PKBM dibentuk untuk menyasar anak-anak yang memang tidak ingin sekolah di formal maupun ingin membantu orang tua.

“Di zaman pandemi Covid-19 ini, PKBM memiliki peluang yang luar biasa. Sebab banyak anak-anak didik yang putus sekolah karena terlalu lama daring. Itu kemudian harus dicari dan diajak belajar di PKBM. Harus tetap bangga belajar di PKBM karena ijazahnya setara. Dengan bantuan ini saya PKBM semangat, warga belajar termotivasi serta layanannya bisa maksimal,” pungkasnya. (wan)