Tuesday, June 25, 2024
Depan > Pemerintahan > Bapelitbangda Berikan Fasilitasi dan Pendampingan HKI Hasil Inovasi Daerah

Bapelitbangda Berikan Fasilitasi dan Pendampingan HKI Hasil Inovasi Daerah

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Probolinggo memberikan fasilitasi dan pendampingan Hak kekayaan Intelektual (HKI) hasil inovasi daerah Kabupaten Probolinggo tahun 2022 di Ombass Café & Resto Probolinggo, Senin (5/12/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari para pemenang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Probolinggo tahun 2022 dari empat bidang kategori. Yakni, bidang tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, bidang energi dan lingkungan hidup, bidang pendidikan dan TIK serta bidang agribisnis.

Selain itu juga ada perwakilan beberapa organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Diantaranya Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya), Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

Sebagai narasumber berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur yang memberi materi tentang pentingnya pengurusan HKI, macam-macam HKI, tata cara dan persyaratan pengajuan HKI.

Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Santiyono melalui Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah Alfiatul Khoriyah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi agar inovasi yang sudah dibuat oleh inovator ada yang mendaftarkan. Sebab inovator tidak bisa mendaftarkan HKI apabila bukan lembaga yang berbadan hukum.

“Bagi inovator yang lembaganya sudah berbadan hukum atau izin usahanya berbadan hukum semisal sekolah dan puskesmas sudah bisa langsung mengurus HKI-nya. Namun untuk lembaga dari unsur masyarakat dan tidak berbadan hukum kita memfasilitasinya mulai persyaratan hingga pembiayaan,” katanya.

Alfi menjelaskan kegiatan ini sangat diperlukan dalam rangka untuk memberikan pemahaman kepada para inovator dan OPD terkait tentang pentingnya HKI, macam-macam HKI serta tata cara pengusulannya. Serta memberikan contoh pembuatan proposal pengajuan HKI.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi karena kita ingin memberikan pemahaman akan pentingnya HKI. Ini juga sebagai wujud penghargaan dan perlindungan HKI para inovator yang ada di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Menurut Alfi, ke depan sosialisasi tentang HKI akan terus dilakukan karena inovasi yang sudah dibuat oleh inovator tidak diakui oleh orang lain. Setidaknya sudah tercatat hak ciptanya yang paling sederhana sekali atau yang lebih tinggi lagi hak paten sederhana.

“Untuk diawal ini kita cukup membiayai pemenang lima besar dari empat kategori bidang yang dilombakan. Tahun depan selain pemenang, mungkin nominator 10 besar bisa kita masukkan juga dan yang memang pas untuk dibuat hak cipta atau patennya,” pungkasnya. (wan)