Thursday, July 29, 2021
Depan > Pendidikan > Bangun Akhlak Mulia, Guru Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman

Bangun Akhlak Mulia, Guru Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Guru harus berani keluar dari zona nyaman dan wajib hadir di pelosok-pelosok sebagai investasi pendidikan jangka panjang sehingga nantinya mampu memberikan warisan kepada generasi muda yang akan datang.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko saat memberikan pembinaan kepada 94 orang pengawas, penilik serta kepala sekolah di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Rabu (18/11/2020).

“Semua guru harus tetap memastikan dan menjamin bahwa seluruh peserta didik memiliki akhlak yang mulia. Bangun karakter akhlak mulia, membangun inovasi dan kreasi sehingga akses pendidikan menjadi lebih baik. Tentunya ini akan menjadi lading amal kita baik di dunia maupun di akhirat nanti,” katanya.

Wabup Timbul mengaku sangat prihatin dengan kejadian-kejadian pelaporan guru oleh para orang tua murid. Padahal sebenarnya maksud dari guru adalah untuk mendidik murid-muridnya dengan baik.

“Dampak dari banyaknya pelaporan guru tersebut, diakui atau tidak akan membuat guru super cuek terhadap perkembangan muridnya. Tidak mau tahu muridnya pintar atau tidak. Hal ini pasti akan berdampak besar terhadap generasi muda yang akan datang,” jelasnya.

Fenomena yang banyak terjadi akhir-akhir ini tentunya menjadi tugas bersama, terutama yang berkaitan dengan rasa nasionalisne dan rasa hormat kepada orang tua yang sudah kurang. Problem ini sebenarnya yang menjadi tugas dan tantangan bersama.

“Kalau urusan melaporkan tugas dan menyusun rencana kerja sudah biasa. Tapi coba kita memantapkan dan melihat mengapa Kabupaten Probolinggo pendidikannya masih seperti itu. Oleh karena itu, untuk daerah sulit tolong jangan dimerger karena tugas kita untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa serta meningkatkan angka partisipasi sekolah,” tegasnya.

Wabup Timbul menegaskan bahwa pendidikan di Kabupaten Probolinggo harus sesuai dengan budaya yang ada di Indonesia bukan hanya mengupgrade dan mengupdate, apalagi kebudayaannya tidak sesuai dengan Indonesia.

“Sampaikan solusi terbaik kepada Dinas Pendidikan supaya diolah menjadi sebuah kebijakan demi perbaikan pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Kalau monoton ya akan tetap seperti ini, apalagi ini berkaitan dengan investasi pendidikan untuk generasi masa depan,” ungkapnya.

Menurut Wabup Timbul, nanti guru akan disalahkan kalau generasi muda kurang prestasi, kurang beradab dan kalah bersaing. Maka dibutuhkan suatu percepatan untuk bagaimana menganalisa di lingkungan sekitar antar kepala sekolah sehingga akan menelurkan kebijakan yang solutif.

“Ayo mumpung diberi amanah dan kesulitan kita bahas bersama-sama. Teruslah membuat inovasi dan terobosan yang bisa menyumbangkan suatu gerakan dan meningkatkan angka partisipasi sekolah di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi banyak memberikan motivasi dan semangat kepada para pengawas dan kepala sekolah agar di masa pandemi Covid-19 bersama-sama meningkatkan pendidikan di Kabupaten Probolinggo melalui inovasi dan kreatifitas masing-masing.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, guru-guru harus menjamin bahwa proses pembelajaran harus terus diberikan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik. Proses pembelajaran dapat dilakukan dengan strategi online atau daring (dalam jaringan), offline atau luring (luar jaringan) dan blended learning atau pembelajaran campuran antara online dan offline,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut puluhan pengawas, penilik dan kepala sekolah juga diberikan pembinaan terkait kepegawaian oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro. (wan)

cww trust seal