Saturday, September 18, 2021
Depan > Kesehatan > Ayo Kenali Jenis Masker Untuk Cegah Virus Corona

Ayo Kenali Jenis Masker Untuk Cegah Virus Corona

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus menyuarakan kewajiban memakai masker sebagai salah satu langkah memutus mata rantai penularan COVID-19. Karena dengan memakai masker maka risiko tertular dan menularkan dapat dihambat sampai 70%.

“Issue yang beredar saat ini, bahwa beberapa daerah sudah menerapkan larangan pemakaian masker scuba dan buff. Sebenarnya kenapa sih pemerintah melarang masker jenis scuba? Sahabat sehat, yuk kenali jenis masker yang kita pakai,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.

Pertama masker scuba. Masker ini memang lebih fashionable, tapi tahu tidak jika ternyata masker ini hanya mampu menyaring debu dan bakteri 5%, tetapi tidak dapat menyaring virus. Keunggulan masker ini harganya terjangkau dan dapat dicuci.

Kedua masker kain. Masker kain yang ditekomendasikan oleh WHO adalah masker yang terbuat dari bahan katun 2-3 lapis. Masker kain 2 lapis mampu menyaring bakteri dan debu sampai 50%, tapi tidak mampu untuk menyaring virus.

“Keuntungannya mudah dicuci dan dapat dibuat sesuai dengan motif warna yang kita mau. Bahan yang digunakan untuk masker kain juga harus diperhatikan, karena beberapa bahan kain dapat menyebabkan iritasi. Misalnya orang tersebut memiliki riwayat alergi dan memakai masker berbahan nylon maka dapat menyebabkan batuk, pilek bahkan sesak nafas karena reaksi alergi,” jelasnya.

Masker kain ditujukan untuk masyarakat umum dan bukan untuk tenaga medis yang langsung bersinggungan dengan pasien COVID-19. Sebab masker kain bertujuan agar droplet bersin/batuk tidak keluar dan menulari orang lain, bukan untuk menyaring udara luar.

“Masker kain karena dapat dicuci, seharusnya setelah 5x pencucian harus diganti karena beberapa studi menunjukkan bahwa proses pencucian menyebabkan serat kain melebar sehingga melebarkan pori-pori kain,” terangnya.

Ketiga masker karbon aktif. Masker filter karbon ini dapat menyaring debu dan bakteri sampai 50%, menyaring debu sampai mikro partikel serta polusi kendaraan bermotor yang mengandung toksin. Kemampuan menyaring virus hanya 10%.

Keempat masker bedah. Masker bedah lebih sering digunakan oleh tenaga medis karena memiliki risiko tertular dan menularkan saat berhadapan dengan pasien. Masker bedah dapat menyaring debu dan bakteri sampai 80%, dapat menyaring virus sampai 95%.

Kelima masker KN 95. Masker ini memiliki kemampuan menyaring dan melindungi lebih, dapat menyaring debu dan bakteri sampai 100% dan efektif menyaring virus sampai dengan 95%. Memiliki kawat dibagian hidung sehingga lebih nyaman dan mencegah masuknya bakteri, debu, virus masuk melalui celah antara mata dan kulit hidung.

“Pemilihan jenis masker ini dapat menurunkan transmisi COVID-19 dengan syarat masker yang kita pakai tersebut tepat sasaran, tepat bahan dan tepat cara pemakaiannya. Dan pemakaian masker dapat efektif mencegah penyebaran COVID-19 apabila dilakukan bersama dengan protokol kesehatan lainnya, yaitu menjaga jarak dan mencuci tangan secara teratur,” tegasnya.

Dewi menambahkan sSejak bulan April 2020, Pemkab Probolinggo sudah membagikan ribuan masker kepada masyarakat baik dari dukungan APBD maupun bantuan dari perusahaan-perusahaan.

“Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo menyatakan bahwa gerakan memakai masker secara masive ini harus dilakukan dengan telaten dan konsisten, dilakukan dan dikawal bersama-sama oleh semua pihak agar kedisiplinan masyarakat terbentuk oleh karena faham tentang pentingnya kegunaan masker saat pandemi seperti ini dan menjadi terbiasa menggunakan masker sebagai kebiasaan baru dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)