Monday, July 26, 2021
Depan > Kesehatan > Anosmia Merupakan Gejala Sangat Khas Covid-19

Anosmia Merupakan Gejala Sangat Khas Covid-19

Reporter : Wahed Efendi
KRAKSAAN – Anosmia merupakan gejala yang sangat khas terkait dengan Covid-19. Anosmia adalah hilangnya fungsi indera penciuman. Anosmia sering terjadi pada saat flu, adanya sinusitis, adanya tumor di saluran pernafasan dan lain-lain. Terkadang juga disertai gejala tidak bisa merasakan rasa makanan (Ageusia).

“Anosmia biasanya tidak disertai gejala lain seperti demam atau batuk pilek. Anosmia ditemukan pada lebih dari 77% penderita Covid-19,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.

Menurut Dewi, pada saat pihaknya melakukan pemeriksaan rapid tes di lapangan dan menemukan ada yang hasilnya reaktif, pihaknya selalu menanyakan apakah ada gejala dalam 3 minggu terakhir, sebagian besar semua menjawab tidak. “Tapi saat saya tanya apakah pernah merasakan tidak bisa membau/merasa makanan? Sebagian besar menjawab iya pernah, tapi sudah sembuh beberapa minggu lalu,” jelasnya.

Dewi menerangkan bisa dibayangkan saat seseorang anosmia dan tanpa gejala, orang tersebut merasa dirinya masih kuat dan tidak sakit sehingga sering abai dan tidak melakukan protokol kesehatan 3M. “Orang dengan anosmia tidak menyadari bahwa dirinya merupakan spreader (orang yang menyebarkan/menularkan virus),” tegasnya.

Lebih lanjut Dewi meminta agar setiap orang anosmia baik gejala maupun tanpa gejala harus segera melakukan karantina dan periksa ke rumah sakit/puskesmas agar dapat secepatnya dilakukan tindakan pencegahan dan pengobatan pada diri maupun keluarga, karena setiap tindakan Anda akan turut menentukan kapan pandemi ini berakhir.

“Jaga diri dan keluarga dengan waspadai gejala khas Covid-19, jangan kendor terapkan 3M nya, Salam sehat,” pungkasnya. (hed)

cww trust seal