DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perikanan (Diskan) terus memperkuat daya saing usaha mikro pengolahan hasil perikanan. Salah satu langkah yang dilakukan dengan memberikan fasilitasi kemasan produk kepada pelaku usaha perikanan pada Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut menyasar pelaku usaha yang masih menggunakan kemasan sederhana dalam memasarkan produk olahannya. Melalui dukungan APBD Kabupaten Probolinggo, Diskan memberikan desain sekaligus mencetak kemasan berstandar pangan atau food grade agar produk lokal memiliki tampilan lebih menarik, higienis dan siap menjangkau pasar yang lebih luas.
Fasilitasi kemasan ini merupakan bagian dari kegiatan penyediaan dan penyaluran bahan baku industri pengolahan ikan dalam satu daerah, khususnya sub kegiatan peningkatan ketersediaan ikan untuk konsumsi dan usaha pengolahan dalam satu daerah kabupaten/kota.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Diskan Kabupaten Probolinggo, Kamis (13/8/2026). Dua pelaku usaha binaan mendapatkan fasilitasi karena dinilai aktif dan konsisten menjalankan produksi.
Pelaku usaha pertama adalah Dewi dari Desa Pabean Kecamatan Dringu yang memproduksi Teri Krispi dan Udang Krispi. Untuk Teri Krispi diberikan 25 pack atau 500 pcs kemasan, sedangkan Udang Krispi memperoleh jumlah yang sama.
Bantuan berikutnya diberikan kepada Siti Maryam dari Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan untuk produk Abon Ikan. Sebanyak 30 pack atau 600 pcs kemasan disediakan untuk mendukung pemasaran produk tersebut.
Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Achmad Aruman menilai kemasan memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat citra sebuah produk.
“Kemasan merupakan wajah pertama sebuah produk yang dinilai konsumen. Kami ingin mengubah stigma bahwa produk UMKM perikanan hanya bisa dijual di pasar tradisional dengan bungkus seadanya,” ujarnya.

Menurut Aruman, penggunaan kemasan standing pouch aluminium foil yang higienis dan memiliki tampilan lebih profesional diharapkan membuat produk olahan perikanan asal Kabupaten Probolinggo semakin siap memasuki pasar modern.
“Melalui fasilitasi ini, kita sedang menyiapkan produk lokal Kabupaten Probolinggo agar siap naik kelas dan mampu bersaing di rak-rak swalayan modern maupun swalayan berjejaring,” terangnya.
Aruman menambahkan perubahan kemasan juga memberikan nilai tambah pada produk. “Jika sebelumnya produk dipasarkan menggunakan plastik transparan sederhana, kini kemasan telah dilengkapi berbagai informasi penting, seperti identitas merek, komposisi, berat bersih dan tanggal kedaluwarsa,” tambahnya.
Sementara Kepala Bidang Bina Usaha Perikanan Diskan Kabupaten Probolinggo Asmiyati Kurnianingsih mengatakan fasilitasi tersebut tidak berhenti pada pemberian kemasan. “Fasilitasi kemasan ini adalah stimulus awal. Setelah kemasannya bagus dan masa simpan produknya lebih lama karena kedap udara, kami akan kawal para pelaku usaha ini untuk mengurus legalitas lanjutannya seperti NIB, PIRT dan sertifikasi halal,” ungkapnya.
Sedangkan Analis Pasar Hasil Perikanan Diskan Kabupaten Probolinggo Yasykur menyebut pihaknya akan melakukan pemantauan secara berkala untuk mengetahui dampak program terhadap perkembangan usaha penerima bantuan.
“Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Fokus kami adalah mengukur dampak riilnya terhadap kenaikan volume penjualan, jangkauan pasar dan peningkatan omzet bulanan,” ujarnya.
Bagi pelaku usaha, dukungan tersebut menjadi dorongan untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pemasaran. Selain menyasar pusat oleh-oleh daerah, pemasaran digital melalui marketplace juga mulai menjadi pilihan untuk memperkenalkan produk olahan perikanan Kabupaten Probolinggo ke konsumen yang lebih luas. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
