Depan > Kesehatan > 437 CJH Memenuhi Syarat Istitha’ah Kesehatan Haji Berangkat ke Tanah Suci

437 CJH Memenuhi Syarat Istitha’ah Kesehatan Haji Berangkat ke Tanah Suci

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebanyak 437 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Probolinggo dinyatakan telah memenuhi syarat istitha’ah kesehatan haji untuk berangkat ke tanah suci. Rinciannya, 202 CJH memenuhi syarat istitha’ah kesehatan haji dan 235 CJH memenuhi syarat istitha’ah kesehatan haji dengan pendampingan.

“Alhamdulillah, sebanyak 437 calon jamaah haji Kabupaten Probolinggo memenuhi syarat istitha’ah kesehatan haji. Dengan demikian, semuanya bisa diberangkatkan ke tanah suci. Tinggal nanti menunggu hasil tes PCR pada H-3 keberangkatan. Mudah-mudahan negatif semua sehingga tidak ada yang ditunda,” kata Plt Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Mujoko.

Menurut Mujoko, kepastian tersebut didapat setelah dokter pemeriksa kesehatan haji di seluruh puskesmas memaparkan hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan dalam penetapan istitha’ah kesehatan jamaah haji oleh Dinkes Kabupaten Probolinggo.

“Dari hasil paparan yang telah disampaikan oleh dokter pemeriksa kesehatan haji puskesmas, semua kondisinya memenuhi syarat istitha’ah kesehatan haji. Meskipun ada 235 yang harus dilakukan dengan pendampingan. Tetapi secara umum sudah memenuhi istitha’ah,” jelasnya.

Mujoko menegaskan kepada seluruh calon jamaah haji yang sudah waktunya booster agar segera melakukan vaksin booster. Sebab meskipun yang dipersyaratkan minimal 2 kali vaksin, takutnya nanti setelah sampai di tanah suci ada perubahan dari Pemerintah Arab Saudi.

“Perubahan regulasi itu sangat cepat sekali. Oleh karena itu sebagai antisipasi, silahkan lakukan booster di puskesmas terdekat. Kalau nanti ada perubahan regulasi harus vaksin dosis 3 sudah tidak khawatir lagi. Mohon kepada puskesmas untuk memberikan edukasi kepada semua calon jamaah haji di wilayah kerjanya,” tegasnya.

Sementara Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Sugianto mengungkapkan pelaksanaan ibadah haji tahun ini sangat istimewa sekali. Selain dibatasi umur maksimal 65 tahun, juga ada persyaratan vaksin meningitis dan Covid-19. “Insya Allah tahun ini adalah haji akbar. Semoga apa yang telah dilakukan bisa mendapatkan barokah. Aamiin,” ujarnya.

Sugianto meminta kepada semua pihak untuk tidak segan-segan berkoordinasi dengan Kemenag Kabupaten Probolinggo. Sebab ini adalah tugas yang membutuhkan kecepatan karena waktunya yang singkat. “Biasanya dalam kloter Surabaya itu ada 81 kloter, sekarang hanya tersisa 37 kloter saja. Mudah-mudahan pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan lancar,” tegasnya.

Terpisah Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq menyampaikan sampai saat ini tidak ada masalah. Suatu keuntungan tersendiri karena jamaah usia 65 tahun ke atas tidak boleh berangkat. Artinya lansia untuk tahun ini tidak boleh berangkat.

“Dari sisi kesehatan sampai hari ini tidak ada masalah dan tidak ada problem. Vaksinasi minimal 2 kali sudah selesai. Masalah administrasi sudah diselesaikan dan kesehatan ada hanya saja tidak ada yang menonjol,” ungkapnya.

Shodiq menghimbau kepada seluruh calon jamaah haji agar selalu menjaga kesehatan karena waktu keberangkatannya sudah tinggal beberapa hari lagi. Sebab ibadah haji ini adalah ibadah fisik. Jaga kesehatan dengan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup dan selalu terapkan protokol kesehatan sampai mau berangkat.

“Jangan sampai karena banyaknya orang yang datang, ada yang membawa virus Covid-19 dan ketularan. Ketika di tes PCR positif dan akhirnya tertunda. Jangan sampai ada yang positif karena Covid-19 masih ada. Semoga semua jamaah haji kondisinya sehat dan bisa berangkat bersama-sama,” pungkasnya. (wan)