Wednesday, October 27, 2021
Depan > Kemasyarakatan > 176 KK Terdampak COVID-19 di Desa Gunggungan Lor Terima BLT DD

176 KK Terdampak COVID-19 di Desa Gunggungan Lor Terima BLT DD

Reporter : Syamsul Akbar
PAKUNIRAN – Sebanyak 176 KK (Kepala Keluarga) dari kalangan kurang mampu yang terdampak wabah Corona Virus Disease (COVID-19) di Desa Gunggungan Lor Kecamatan Pakuniran menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun 2020.

Untuk penyerahan BLT-DD ini, setiap KK akan menerima sebesar Rp 600 ribu setiap bulannya dan akan diberikan selama 3 (tiga) bulan hingga bulan Juni 2020. Sehingga total setiap KK dalam waktu tiga bulan akan menerima Rp 1,8 juta. Dengan demikian, anggaran yang disiapkan bagi 176 KK selama tiga bulan mencapai Rp 316.800.000.

BLT-DD ini secara simbolis diserahkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs.HA. Timbul Prihanjoko kepada 3 (tiga) orang perwakilan penerima di Balai Desa Gunggungan Lor Kecamatan Pakuniran, Kamis (7/5/2020).

Penyerahan di tengah-tengah pandemi COVID-19 ini tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menerapkan jaga jarak, memakai masker dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Tidak hanya itu, kegiatan simbolis yang hanya diikuti oleh 20 KK penerima BLT-DD ini berlangsung tidak sampai 30 menit.

Kegiatan penyerahan simbolis BLT-DD ini dihadiri oleh Inspektur Sigit Sumarsono, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Edy Suryanto, Kepala Badan Keuangan Daerah Dewi Korina, Kepala Bappeda Santiyono, Kabag Perekonomian dan SDA Susilo Isnadi, Sekretaris Dinas Sosial Ach. Fauzie Effendy, Camat Pakuniran Hari Pribadi dan jajaran Forkopimka Pakuniran serta Plt Kepala Desa Gunggungan Lor Moh. Saleh.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Timbul didampingi sejumlah pejabat melihat dari dekat transparansi data penyerahan jaring pengaman sosial yang telah dilakukan oleh Desa Gunggungan Lor Kecamatan Pakuniran. Dimana transparansi data tersebut terpampang di dinding Kantor Desa Gunggungan Lor sehingga bisa diakses oleh masyarakat desa setempat.

Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko meminta agar masyarakat senantiasa mematuhi himbauan yang telah disampaikan oleh pemerintah. Salah satunya adalah selalu menjaga jarak apabila berkomunikasi agar wabah COVID-19 ini bisa cepat berlalu.

“Selama ini Pemerintah Daerah telah berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Pemerintah Daerah telah menerapkan check point dan karantina di semua desa bagi masyarakat pemudik yang baru datang dari luar daerah Kabupaten Probolinggo. Tapi nyatanya masih ada saja masyarakat yang lari dari tempat karantina,” katanya.

Menurut Wabup Timbul, tempat karantina ini dilakukan agar bisa mendeteksi setiap pemudik yang ada di Kabupaten Probolinggo. Bagaimana jika ternyata ada yang tidak dikarantina dan langsung berkumpul dengan keluarganya, padahal misalnya yang bersangkutan membawa virus. Tentunya penyebaran dan penularannya tidak akan diketahui.

“Mari kalau ada saudara yang datang dari luar daerah kasih pengertian agar bisa langsung dikarantina. Sehingga jika ada penyebaran virus Corona, bisa langsung ditangani. Padahal target dari Ibu Bupati bagaimana mampu melayani masyarakat dengan baik,” jelasnya.

Wabup Timbul menerangkan, pemberian BLT-DD ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak COVID-19. Tentunya penerima BLT-DD ini adalah masyarakat di luar penerima bantuan sosial dari pemerintah sebelumnya.

“Jadi kalau sudah dapat bantuan, maka tidak akan dapat BLT-DD ini. Sebab ini untuk pemerataan kepada masyarakat. Karena masih banyak masyarakat kurang mampu yang belum menerima bantuan sebelumnya,” terangnya.

Lebih lanjut Wabup Timbul mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar wabah COVID-19 ini segera berakhir sehingga masyarakat bisa beraktifitas seperti sedia kala. “Mari kalau tidak perlu jangan keluar rumah. Kalaupun terpaksa keluar rumah pakai masker. Mari bersama-sama berusaha agar COVID-19 ini bisa segera berakhir,” pungkasnya. (wan)