Rabu, Desember 13, 2017
Beranda > Kemasyarakatan > Wujudkan Asas Enam Tepat, Segera Terbitkan Kartu Tani

Wujudkan Asas Enam Tepat, Segera Terbitkan Kartu Tani

Reporter : Syamsul Akbar
Rabu 17 Mei 2017

DRINGU – Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) berencana akan membuat Kartu Tani. Penerbitan Kartu Tani ini merupakan bentuk keberhasilan dari sinergi antar instansi, penggunaan teknologi informasi serta semangat, kebersamaan dan ikhlas mengemban tugas negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kepala Bidang Pelaksanaan Penyuluhan dan Bina Usaha Tani Yahyadi. Menurutnya, Kartu Tani adalah Kartu debit BNI co-branding yang digunakan secara khusus untuk membaca alokasi Pupuk Bersubsidi dan transaksi pembayaran Pupuk Bersubsidi di mesin Electronic Data Capture (EDC) BNI yang ditempatkan di pengecer serta dapat berfungsi untuk melakukan seluruh transaksi perbankan pada umumnya.

“Kartu Tani ini dimaksudkan demi terwujudnya pendistribusian, pengendalian dan pengawasan pupuk bersubsidi kepada para petani yang berhak menerima di Kabupaten Probolinggo. Dimana tujuannya agar distribusi pupuk bersubsidi sesuai dengan Asas 6 (enam) tepat meliputi (tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu dan harga) serta pemberian layanan perbankan bagi petani di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Yahyadi, banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari kepemilikan Kartu Tani. Diantaranya, memiliki database petani yang tersaji lebih akurat dan terintegrasi, menyalurkan subsidi dan bantuan sosial lainnya lebih tepat sasaran dan kepastian ketersediaan saprotan bersubsidi/nonsubsidi.

“Disamping itu, kemudahan akses pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat), menumbuhkan kebiasaan menabung (tidak konsumtif), biaya simpanan lebih ringan, mendapatkan program Prona (BPN), kemudahan mendapatkan subsidi serta kemudahan mendapatkan bansos,” jelasnya.

Yahyadi menambahkan, semua kelompok tani yang ada di Kabupaten Probolinggo harus memiliki Kartu Tani sesuai dengan alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebanyak 173.614 orang petani serta 33.745 anggota Simluhtan.

“Salah satu faktor produksi yang sangat penting dalam peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian adalah pupuk. Pemerintah melakukan kebijakan penyediaan pupuk bagi petani melalui subsidi harga pupuk,” terangnya.

Dalam pelaksanaan penyediaan pupuk tambah Yahyadi, terdapat permasalahan terkait pengawasan, pengadaan dan penyaluran pupuk meliputi belum tepat sasaran, perembesan, kelangkaan dan kenaikan harga di tingkat petani.

“Agar distribusi pupuk bersubsidi memenuhi Asas 6 Tepat (Tepat Jumlah, Jenis, Waktu, Tempat, Mutu dan Harga) dan meminimalisir permasalahan dalam pengawasan, pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi serta implementasi. Demi mewujudkan hal itu maka dibuat aplikasi Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI) untuk penebusan dan pembayaran pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani,” pungkasnya. (wan/why)