Kamis, Desember 14, 2017
Beranda > Kesehatan > Turunkan Jumlah AKI-AKB, Dinkes Gelar Gerdu Bumil

Turunkan Jumlah AKI-AKB, Dinkes Gelar Gerdu Bumil

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai upaya mendukung menurunkan jumlah kematian ibu di Kabupaten Probolinggo, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar Gerakan Peduli Ibu Hamil (Gerdu Bumil) di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Kamis (16/11/2017) siang.

Dalam kegiatan yang dibuka oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Asyari ini juga dilakukan pembacaan dan penandatanganan komitmen bersama menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo.

Gerdu Bumil ini diikuti oleh 1000 orang peserta terdiri dari bumi, suami bumil, camat, kepala puskesmas, perwakilan Polres dan Kodim 0820 Probolinggo, CSR, Kinerja USAID, OPD terkait, direktur rumah sakit (Waluyo Jati, Tongas, Wonolangan, Graha Sehat dan Rizani), STIKes, TP PKK Kecamatan, bidan koordinator, organisasi profesi (IDI, IBI dan PPNI), MSF, kepala desa, Babinsa dan Babinkamtibmas dan kader (ormas, Fatayat dan Muslimat).

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan Gerdu Bumil ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta multi pihak dalam mendukung menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo.

“Adanya komunikasi yang efektif antara lintas sektor dan lintas program tentang kesehatan ibu dan anak, meningkatkan kepedulian keluarga dan lintas sektor serta masyarakat tentang kesehatan ibu hamil, ” katanya.

Sementara Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Asyari mengatakan mengingat keberhasilan pembangunan suatu daerah diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dimana salah satu indikatornya adalah indeks kesehatan, yang diartikan sebagai kemampuan masyarakat untuk hidup sehat dan mencapai usia harapan hidup cukup panjang diatas 72 tahun.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan IPM bidang kesehatan yang saat ini masih rendah. Yakni 64,12 urutan ke-32 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Salah satu indikatornya adalah kematian bayi di Kabupaten Probolinggo yang masih tinggi. Dimana 223 bayi di tahun 2016 dan tahun 2017 menurun menjadi 159 sampai dengan bulan Nopember minggu ke-2,” ungkapnya.

Mengingat banyaknya jumlah kematian ibu dan bayi yang ada di Kabupaten Probolinggo jelas Asyari, perlu adanya suatu upaya yang bersifat pendidikan dan promosi kesehatan. Sehingga masyarakat mengetahui begitu pentingnya kesehatan ibu hamil, yang akan melahirkan generasi penerus, dengan harapan generasi yang berkualitas berguna bagi agama, masyarakat dan bangsa.

“Kegiatan gerakan peduli ibu hami ini merupakan bentuk pembelajaran yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan kepada masyarakat serta suatu kepedulian dari pemerintah daerah terhadap ibu yang hamil sampai melahirkan,” jelasnya.

Kegiatan ini diawali dengan penampilan Tari Genjin dari STIKes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong. Gerdu Bumil ini juga diisi dengan fashion show ibu hamil dengan 33 peserta serta senam yoga ibu hamil. Serta seminar tentang gizi bumil dan pola asuh anak oleh dokter spesialis kandungan dan anak. (wan)