Wednesday, October 18, 2017
Beranda > Kesehatan > Terdapat 1.108 Orang Pemijet di 24 Kecamatan

Terdapat 1.108 Orang Pemijet di 24 Kecamatan

Reporter : Syamsul Akbar
Rabu 09 Agustus 2017

KRAKSAAN – Di Kabupaten Probolinggo berdasarkan laporan puskesmas hingga bulan Juni 2017, untuk penyehat tradisional empiris ketrampilan terbanyak adalah pijet 1.108 orang yang tersebar di 24 kecamatan yang semuanya belum mempunyai STPT.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Suharto dalam pertemuan pelaku kesehatan tradisional (pemijet) di Kabupaten Probolinggo, Rabu (9/9/2017).

Menurut Suharto, dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional empiris yang dapat dipertanggungjawabkan keamanan dan manfaat secara emperis, digunakan secara rasional dan tidak bertentangan dengan norma agama, norma yang berlaku di masyarakat serta tidak bertentangan dengan program pemerintah dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Hal tersebut dijelaskan di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Permenkes Nomor 61 Tahun 2016 tentang pelayanan kesehatan tradisional empiris/penyehat tradisional, “katanya.

Sementara Kasi Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Patmiati Sri Patmiati mengatakan bahwa pelayanan kesehatan tradisional yang merupakan salah satu upaya pengembangan di puskesmas memanfaatkan keterlibatan masyarakat untuk memelihara kesehatan secara mandiri.

“Sesuai PP Nomor 103 Tahun 2014 Pasal 17, bahwa pelayanan kesehatan tradisional empiris melakukan pelayanan dalam rangka upaya promotif dan preventif. Pasal 39 setiap penyehat tradisional yang memberikan pelayanan wajib memiliki Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT) dan STPT diberikan pada penyehat tradisional yang tidak melakukan intervensi tubuh bersifat invasif dan tidak menggunakan alat kesehatan, “katanya.

Lebih lanjut Sri Patmiati menambahkan pertemuan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan bagi pemijet supaya dalam pelayanan aman dan bermanfaat bagi masyarakat/pelanggan serta mendapat gambaran untuk memperoleh rekomendasi dari Asosiasi Para Pemijet Penyehat Indonesia (AP3I).

“Melalui kegiatan ini diharapkan nantinya bisa meningkatkan pengetahuan dan gambaran pemijet sehingga bisa dapat rekomendasi dari asosiasi sebagai salah satu syarat memperoleh Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT),” pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 48 orang peserta berasal dari pemijet 13 kecamatan. Dimana setiap kecamatan mengirimkan sebanyak antara 3 hingga 4 orang. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Evie Effendi dari Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinkes Provinsi Jawa Timur dan Irwanto selaku Ketua AP3I Jawa Timur. (wan)