Kamis, Desember 14, 2017
Beranda > Pemerintahan > Sosialisasikan Pencegahan Tipikor, Inspektorat Pasang Banner

Sosialisasikan Pencegahan Tipikor, Inspektorat Pasang Banner

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sejak beberapa terakhir di beberapa kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo banyak terpasang banner yang isinya mengajak untuk menghindari perbuatan tindak pidana korupsi (tipikor). Tidak hanya di Kantor Bupati Probolinggo, banner ini juga terpasang di 13 OPD dan 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

“Pemasangan banner ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Tentang Peningkatan Peran Pengawasan oleh Auditor Internal Dalam Inspektorat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kabupaten Probolinggo Tanto Walono.

Dalam pemasangan banner ini Tanto mengaku sudah mencetak sebanyak 78 banner. Banner ini disebar di semua OPD dan kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Untuk OPD isinya adalah mengajak untuk menghindari tipikor. “Sementara untuk kecamatan lebih keras supaya jangan mencoba-coba melakukan tipikor. Sesuai arahan dari Ibu Bupati, kami berharap Kabupaten Probolinggo bebas dari tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Pesan yang ingin disampaikan melalui pemasangan banner tersebut jelas Tanto adalah agar seluruh karyawan/karyawati di lingkungan Pemkab Probolinggo selalu diingatkan untuk menghindari tipikor.

“Dengan pemasangan banner di semua perkantoran ini saya mengharapkan sudah tidak ada lagi temuan yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat di Pemkab Probolinggo.” tegasnya

Menurut Tanto, pengawasan ini merupakan program dari Inspektorat di semua OPD dan bukan sample lagi. “Sudah hampir 2 minggu kita melaksanakan pengawasan proyek fisik.Sebelumnya sudah melakukan pengawasan terhadap hibah dan bansos. Minggu depan tentang Dana Desa, BOS, DAK serta JKN di rumah sakit dan puskesmas, ” jelasnya.

Tanto memastikan bahwa akhir tahun anggaran pemeriksaan oleh Inspektorat sudah selesai semua. “Pebruari mendatang sudah ada BPK untuk melakukan pemeriksaan awal. Selanjut April dilanjutkan pemeriksaan rinci. Harapannya dengan adanya pengawasan internal ini nantinya sudah tidak ada lagi temuan dari BPK, ” pungkasnya. (wan)