Wednesday, August 23, 2017
Beranda > Pemerintahan > Simulasikan Penggunaan Aplikasi Matakota

Simulasikan Penggunaan Aplikasi Matakota

Reporter : Hendra Trisianto
Jum’at 11 Agustus 2017

KRAKSAAN – Jum’at (11/8/2017) pagi, puluhan personil dari berbagai unsur di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo tampak terlibat dalam simulasi penggunaan aplikasi “Matakota”. Simulasi ini sekaligus difilmkan untuk pembuatan video iklan sosialisasi aplikasi pelayanan masyarakat Matakota nantinya.

Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya bahwa Pemkab Probolinggo berencana akan menggunakan aplikasi “Matakota” sebagai salah satu sarana menuju Kota Kraksaan “Smart City”. Hal ini merupakan salah satu upaya Pemkab Probolinggo untuk terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang untuk kali ini memanfaatkan fasilitas sosial media yang sudah tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Selain untuk menjaring informasi dari publik dan menyampaikan informasi kepada publik, salah satu manfaat dari aplikasi media sosial Matakota ini adalah untuk melaporkan peristiwa yang membutuhkan respons cepat serta penanganan yang tepat pada kejadian gawat darurat.

Karena aplikasi ini terintegrasi dengan beberapa instansi dan personil yang dimiliki Pemkab Probolinggo meliputi kepolisian, Satpol PP, Pemadam Kebakaran (Damkar) dan rumah sakit serta Tim Searh and Rescue (SAR).

Di sela-sela simulasi ini diketahui dari Arwani, Mobile Apps Developer dari tim Matakota, bahwa aplikasi ini memiliki enam fitur pelaporan meliputi lalu lintas, bencana, kriminal, kebakaran, sosial dan perlindungan anak. Aplikasi ini juga menyediakan panic button untuk mendapatkan respons cepat dari instansi terkait apabila terjadi keadaan darurat.

“Fiturnya mudah dan nanti bisa diakses oleh masyarakat, langsung search aja di Playstore masing-masing smartphonenya,” jelasnya.

Sampai saat ini pihak Matakota telah menyelesaikan draft Memorandum of Understanding (MoU) antara pihaknya dan Pemkab Probolinggo. “Kalau tidak ada halangan, semoga aja sebelum 17 Agustus ini sudah bisa penandatanganan,” imbuhnya.

Sementara itu Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Stansa) Kabupaten Probolinggo yang didapuk untuk mengawal aplikasi ini turut menurunkan segenap personilnya dalam simulasi dan pembuatan film ini.

Menurut Kabid Informasi dan Komunikasi (Infokom) Publik Diskominfo Stansa Kabupaten Probolinggo Andjar Noermala, pihaknya merasa bangga dan tertantang untuk tugas ini. Kedepan pihaknya akan senantiasa “all out” untuk mengawal penggunaan aplikasi ini.

Hal senada disampaikan oleh Kabid Aplikasi dan Infrastruktur TIK Sugeng Rahardjo. “Harapan kami nantinya masyarakat Kabupaten Probolinggo sedapatnya bisa memanfaatkan aplikasi Matakota ini demi peningkatan dan percepatan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam rangka menuju “Kraksaan Smart City”,” tandasnya. (dra)