Rabu, Januari 17, 2018
Beranda > Kesehatan > Ratusan Anak Ikut Khitanan Massal Gratis

Ratusan Anak Ikut Khitanan Massal Gratis

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Rangkaian Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriyah, Haul KH Abdul Wahab atau Kiai Ronggo dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Kota Kraksaan sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo yang digelar Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan diawali dengan khitanan massal dan donor darah, Rabu (20/12/2017).

Kegiatan khitanan massal dan donor darah ini masing-masing diikuti oleh 100 orang peserta. Untuk khitanan massal dilangsungkan di halaman parkir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan. Sementara donor darah di ruang musafir masjid.

Pelaksanaan khitanan massal sendiri berlangsung riuh. Tangisan anak-anak yang akan maupun yang sedang dikhitanan terdengar sahut-sahutan. Bahkan ada beberapa orang tua yang harus mengejar anaknya karena lari ketika akan dikhitan. Pemandangan ini tentunya sudah tidak asing lagi dalam setiap kegiatan khitanan massal.

Koordinator kegiatan Sugianto mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan kepada masyarakat yang tidak mampu sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara optimal.

“Kegiatan ini adalah rasa syukur para pengurus Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan dalam rangka ikut meringankan beban masyatakat untuk bisa mengkhitankan anaknya secara gratis. Terlebih para peserta khitan juga mendapatkan sarung, songkok dan baju taqwa,” katanya.

Menurut Sugianto, khitanan massal ini bertujuan untuk meningkatkan ikatan silaturahim sehingga dapat dirasakan barokah dan manfaatnya oleh masyarakat dari keluarga tidak mampu.

“Harapan kita kegiatan ini bisa meringankan beban masyatakat dari kalangan keluarga tidak mampu. Semoga pada tahun-tahun mendatang, kegiatannya tidak hanya khitanan massal saja tetapi juga pelayanan kesehatan lainnya,” harapnya.

Kepada para keluarga peserta khitanan massal Sugianto meminta supaya rutin meminum obat yang sudah diberikan. Selain itu, bekas khitan juga tidak boleh terkena air. “Untuk makanan bebas dan tidak ada pantangan. Yang terpenting adalah kontrol kepada petugas kesehatan terdekat,”  pungkasnya. (wan)