Rabu, Januari 17, 2018
Beranda > Pendidikan > Prinsipnya Pendidikan Dari, Oleh dan Untuk Masyarakat

Prinsipnya Pendidikan Dari, Oleh dan Untuk Masyarakat

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK – Tidak dapat dipungkiri, dinamika perubahan di masyarakat terus berubah dan berkembang sesuai derap langkah dinamika sosial budaya kompetensi trend dan situasi lokal maupun nasional. Demikian halnya dunia pendidikan di masyarakat.

“Dulu tahun 1992 dikenal dengan Dikmas (Pendidikan Masyarakat). Dalam penyelenggaraan program-programnya meliputi PBH (Pemberantasan Buta Huruf). Ada ujian persamaan atau upres secara berjenjang mulai SD hingga SMA,” kata Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo.

Selanjutnya di era tahun 2000-an, Pendidikan Masyarakat berubah menjadi PLS (Pendidikan Luar Sekolah). Dengan program keaksaraan PBA (Pemberantasan Buta Aksara) meliputi keaksaraan fungsional dan keaksaraan usaha mandiri, program Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA.

“Di era zaman now berubah menjelma jadi Pendidikan Non Formal (PNF),” jelas mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Leces ini.

Kilas balik perjalanan dan dinamika pendidikan masyarakat terus harus kreatif dan inovatif sesuai perkembangan sosial masyarakat. Termasuk para petugas PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) non formal yang di dalamnya para penilik dituntuk dapat membaur dan responsif terhadap kegiatan di masyarakat. Diantaranya Penilik Diktara Besuk sudah hampir 5 tahun membina remaja bidang keagamaan melalui gema sholawat di kampung halamannya.

“Prinsipnya pendidikan masyarakat/PLS/PNF berasal dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Pembinaan kelompok-kelompok kegiatan sosial keagamaan seni budaya menjadi faktor pendukung dan penunjang suksesnya penyelenggaraaan Pendidikan Non Formal,” pungkasnya. (wan)