Jumat, November 24, 2017
Beranda > Pendidikan > PKBM Insan Cendekia-Lima Kades Besuk Teken MoU Program PKK

PKBM Insan Cendekia-Lima Kades Besuk Teken MoU Program PKK

Reporter : Syamsul Akbar

BESUK – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Cendekia Kecamatan Besuk dan 5 (lima) orang kepala desa (kades) di Kecamatan Besuk (Desa Bago, Alasnyiur, Sumurdalam, Sindetanyar dan Alaskandang) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) tentang Program PKK (Pendidikan Kecakapan Kerja), Kamis (9/11/2017) di Pendopo Kecamatan Besuk.

Usai penandatanganan dilanjutkan dengan pelatihan membatik program PKK. Pelatihan ini diikuti oleh 13 orang peserta yang berasal dari 5 (lima) desa dari 17 desa di Kecamatan Besuk. Yakni, Desa Bago, Alasnyiur, Sumurdalam, Sindetanyar dan Alaskandang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono, Camat Besuk Teguh Prihantoro dan Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo.

Camat Besuk Teguh Prihantoro mengaku salut atas kerja keras dan semangat tim PKBM Insan Cendekia yang dibina oleh Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo dalam membangun sinergi dan koordinasi dengan desa. “Baru kali ini saya temui lembaga yang peduli dan bisa bekerja sama dengan desa,” katanya.

Sementara Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono menyambut baik inisiatif para kepala desa yang bisa bekerja sama dengan lembaga untuk memajukan desanya.

“Program membatik ini menjadi perhatian dari Ibu Bupati Probolinggo. Alhamdulillah, para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan membatik ini. Tahun yang akan dating, kami akan menambah sasaran dan perencanaan yang lebih matang,” ungkapnya.

Sedangkan Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo berharap PKBM Insan Cendekia semakin profesional dalam pelayanan dan pembinaan. Program pelatihan membatik ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi bidang membatik dan mengurangi pengangguran terutama kaum perempuan.

“Kegiatan ini merupakan solusi bagi siswa SMA/SMK yang DO tidak sekolah dan kuliah. Sekaligus memajukan desanya dengan berbagai jenis home industri sehingga menjadi BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, ” harapnya. (wan)