Jumat, November 24, 2017
Beranda > Kemasyarakatan > Perpusda Raih Penghargaan 10 Besar Perpustakaan Terbaik Nasional

Perpusda Raih Penghargaan 10 Besar Perpustakaan Terbaik Nasional

Reporter : Syamsul Akbar
BEKASI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo di kancah nasional.

Dalam Regional Peer Learning Meeting PerpuSeru yang berlangsung di Bekasi, 6 hingga 9 November 2017 ini, Perpusda meraih penghargaan 10 besar perpustakaan terbaik nasional kategori PerpuSeru Award 2017. Kegiatan ini digelar oleh Perpuseru bekerja sama dengan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI).

Perpusda Kabupaten Probolinggo masuk dalam 10 besar perpustakaan terbaik nasional bersama dengan Kabupaten Jembrana, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Lombok Barat, Kota Ambon, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Jombang, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sorong.

Penghargaan ini diterima oleh Kepala Bidang Perpustakaan Dispersip Kabupaten Probolinggo Herli Suefrianto, Rabu (8/11/2017). “Dari ratusan kabupaten/kota di regional timur di 9 (sembilan) provinsi (Jawa Timur, Bali, Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur dan Maluku), Perpusda Kabupaten Probolinggo terpilih dalam 10 besar Perpusda terbaik nasional,” kata Herli.

Dalam kesempatan tersebut, Kabupaten Probolinggo juga menerima penghargaan lain untuk Kategori Video oleh Perpustakaan Desa Krejengan Kecamatan Krejengan yang turut serta dalam Lomba Cerita Impact. Penghargaan ini diterima oleh Kepala Desa Krejengan Nurul Huda.

“Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah SWT atas apresiasi dan penghargaan yang telah diterima oleh Perpusda Kabupaten Probolinggo. Ini merupakan bukti dari kerja keras semua pihak yang bersama-sama memajukan perpustakaan di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Menurut Herli, penghargaan ini akan menjadi penambah semangat dan motivasi untuk terus memajukan perpustakaan di Kabupaten Probolinggo. Karena pada dasarnya perpustakaan itu harus kreatif dan inovatif agar selalu dikunjungi oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan predikat terbaik nasional ini bisa menjadi pemacu semangat agar perpustakaan semakin berbenah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Herli menerangkan bahwa indikator penilaian perpustakaan terbaik nasional ini meliputi semakin variatifnya kegiatan yang melibatkan masyarakat, meningkatnya penyediaan sarana TIK dan dukungan berbagai pihak terhadap Dispersip melalui advokasi yang sudah dilakukan. (wan)