Wednesday, October 18, 2017
Beranda > Pendidikan > Pemkab Sosialisasikan Percepatan Program Indonesia Pintar

Pemkab Sosialisasikan Percepatan Program Indonesia Pintar

Reporter : Syamsul Akbar
Jum’at 11 Agustus 2017

KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan SD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memberikan sosialisasi percepatan pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (10/8/2017).

Sosialisasi ini diikuti oleh 110 orang peserta terdiri dari 5 orang pengawas sekolah, 40 orang kepala sekolah SD, 40 rang operator sekolah SD, 11 orang Kepala Unit BRI serta keluarga besar Dispendik Kabupaten Probolinggo.

Dalam sosialisasi ini hadir narasumber Setiawan Witaradiya dari Direktorat Pembinaan SD Kemendikbud RI Tentang Teknis Penggunaan dana PIP dan Reni dari BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Malang Tentang Teknis Pencairan dana PIP.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengatakan bahwa PIP tahun 2017 berbeda dengan tahun 2016. Dimana pada tahun 2016 tidak memakai buku tabungan. Sementara tahun 2017 akan menggunakan buku tabungan.

“Kalau sekarang sedang virtual account dimigrasi menjadi nomer rekening. Siswa menerima nomer rekening masing-masing. Akhir tahun 2017, mereka akan menerima ATM (Anjungan Tunai Mandiri), “katanya.

Dalam kesempatan tersebut Rozi mengharapkan kerja sama antara sekolah dengan Kepala Unit BRI jika letak sekolahnya jauh. Sehingga Unit BRI bisa datang ke sekolah untuk melayani pencairan dana PIP. Saya mengharapkan agar pencairan dana Program Indonesia Pintar ini bisa tepat sasaran dan tepat pemanfaatannya, tegasnya.

Sementara Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Dispendik Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para kepala sekolah dan operator sekolah tentang proses pencairan dana PIP.

“Diharapkan dengan adanya bantuan Program Indonesia Pintar ini sudah tidak ada lagi anak usia sekolah putus sekolah. Tidak ada alasan anak tidak sekolah karena kekurangan biaya untuk keperluan sekolah, “katanya.

Terkait dengan keluhan ada sekolah yang jauh dari Unit BRI, Yunita menegaskan bahwa solusinya adalah melakukan pencairan di Unit BRI terdekat di kecamatan lain atau mendatangkan ke sekolah untuk mempermudah pencairan dana PIP. Hanya saja, penyerapan dana PIP selama ini rata-rata masih rendah. Uang banyak yang nandon di BRI dan tidak diambil oleh siswa.

“Mudah-mudahan dana Program Indonesia Pintar ini bisa mengurangi angka putus sekolah. Sekaligus memberikan pemahaman mengenai dana PIP. Jika sudah memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), maka dana bisa segera diambil untuk biaya sekolah, “harapnya. (wan)