Rabu, Januari 17, 2018
Beranda > Pemerintahan > Pemkab Sosialisasikan Implementasi Aplikasi Matakota

Pemkab Sosialisasikan Implementasi Aplikasi Matakota

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – “Era digital bukan era hasutan. Kalimat ini merupakan tagline Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam upayanya melakukan inovasi dalam pelayanan masyarakat melalui penggunaan infrastruktur teknologi.

Oleh karena itu Pemkab Probolinggo kini memiliki Aplikasi Matakota (Smartcity). Selain untuk menjaga semua informasi bersih dari hoax dan hasutan, aplikasi ini juga memungkinkan respon cepat untuk mengatasi kasus dan permasalahan di tengah masyarakat.

Hal ini merupakan tindak lanjut MoU (Memorandum of Understanding) Pemkab Probolinggo dan Founder Matakota pada bulan Agustus 2017 yang lalu. Saat ini aplikasi tersebut sudah bisa diunduh di Playstore pada setiap smartphone yang dimiliki masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Untuk memperluas informasi ini Pemkab Probolinggo menyelenggarakan sosialisasi Implementasi Aplikasi Matakota oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (23/11/2017) pagi.

Sosialisasi ini dihadiri Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari SE, Wakapolres Probolinggo Kompol Hendy Kurniawan dan Kapolres Kota Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal. Serta diikuti oleh Kepala OPD, perwakilan PGRI, perwakilan mahasiswa dari UPM, UNJ, Amik, Inzah, perwakilan organisasi kepemudaan, KNPI, Karang Taruna dan relawan bencana.

Dalam kesempatan itu Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menjelaskan bahwa pihaknya bersama seluruh elemen pada Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah berkomitmen untuk mewujudkan Smartcity Kabupaten Probolinggo. Demi mencapai itu dibutuhkan sistem berbasis pemanfaatan teknologi dan informasi untuk memaksimalkan sumber daya yang ada agar pelayanan kepada warga bisa maksimal.

“Tidak seperti media sosial yang lain, Matakota ini akan diintegrasikan dengan seluruh elemen dan sumber daya yang ada di Kabupaten Probolinggo, bisa jajaran Polres, Polresta, Kodim, seluruh SKPD, Dishub, Satpol PP, Dinas kesehatan dan Rumah Sakit, katanya.

Terkikisnya kepedulian masyarakat terhadap sesama, lingkungan dan hal-hal yang tengah terjadi disebut Bupati Tantri sebagai salah satu dampak dari teknologi informasi dengan segala konten dan media sosial yang semakin marak digunakan untuk hal-hal negatif.

“Saya harap aplikasi ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Serta mampu mengedukasi masyarakat menjadi smart citizen melalui gadget yang mereka miliki untuk lebih peduli kepada sesama dan menjadi kontributor dalam pembangunan Kabupaten Probolinggo yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” tandasnya.

Jika diperhatikan pada saat menjalankan aplikasi Matakota pada Playstore, ditampilan awal sebelum menginstal, smart citizen akan disuguhi tiga menu utama dengan penjelasannya. Yaitu yang pertama Panic Button (Save Me) berupa cara mudah dan cepat untuk mendapatkan pertolongan pertama pada kondisi darurat, kemudian yang kedua adalah menu City Update, untuk mengetahui segala informasi penting dengan cepat, mudah, dan akurat mulai dari kondisi lalu lintas jalan hingga lapor polisi untuk pertolongan keadaan darurat. Dan yang ketiga adalah menu Pro Active Citizen, yang di dalamnya mengajak masyarakat untuk proaktif dan peduli untuk kemajuan bersama dengan melaporkan informasi penting di sekitar pelapor.

Sementara itu CEO Matakota Erik Karya mengatakan bahwa tidak ada sistem yang sempurna. Adanya inovasi-inovasi yang susah ada di beberapa instansi adalah bukti bahwa suatu sistem harus terus dikembangkan untuk melayani masyarakat dan memenuhi tuntutan zaman.

“Kami sangat bersyukur bisa ikut berperan dalam perubahan ini. Kami percaya dengan mendahulukan kebermanfaaatan masyarakat banyak, kami yakin manfaatnya akan balik lagi kepada kami,” jelas Erik.

“Adanya inovasi-inovasi yang sudah dilakukan sebelumnya oleh Dinkes, Dishub, Dispenduk Capil, Polres dan Polresta itu tidak akan kami gantikan tapi semua sistem itu akan kami satukan,” pungkasnya. (dra)