Rabu, Januari 17, 2018
Beranda > Pemerintahan > Pemkab Probolinggo Raih Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Pemkab Probolinggo Raih Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Reporter : Hendra Trisianto

BEKASI – Tantangan Profesi guru semakin besar pada era modern saat ini. Dimana guru dihadapkan dengan perubahan teknologi, tren, dan perilaku masyarakat yang sangat pesat. Guru sebagai pendidik dituntut mampu untuk menyesuaikan diri dan menciptakan format yang tepat dalam mengawal kegiatan belajar mengajar.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Probolinggo Drs. H. Timbul Prihanjoko sesaat setelah menerima Penghargaan Dwija Praja Nugraha pada puncak peringatan Hari Guru Nasional, HUT PGRI ke-72 dan Hari Aksara Internasional ke-53 yang terangkai dalam satu acara, Sabtu (02/12/2017) di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi.

Disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo serta puluhan ribu guru yang memadati stadion multifungsi kebanggan Kota Bekasi itu, Wabup Timbul mengaku sangat emosional, terharu, bahkan sampai menitikkan air mata. “Ada kontak batin dan perasaan campur aduk yang saya rasakan, seperti yang disampaikan Pak Presiden tadi bahwa keberadaan kita saat ini adalah juga karena jasa guru kita” kata Wabup Timbul mengungkapkan perasaannya.

Wabup Timbul menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada Kepala Daerah yang memiliki perhatian dan komitmen tinggi terhadap pembangunan pendidikan, profesionalitas dan kesejahteraan guru dan PGRI di Daerahnya. Menurut Wabup Timbul, diterimanya penghargaan bergengsi ini tidak lepas dari kepekaan perasaan dan intuisi seorang Bupati Tantri dalam membuat kebijakan-kebijakan untuk selalu mendukung langkah dan gerak para guru dan PGRI Kabupaten Probolinggo.

“Anugerah Dwija Praja Nugraha ini selain kado terindah, juga merupakan tantangan besar kedepan bagi guru selaku pendidik. Terimakasih atas pengabdiannya selama ini, mari kita terus bersama untuk berprestasi dalam mendidik generasi penerus bangsa,” jelasnya.

Wabup Timbul mengutarakan bahwa tantangan terberat guru saat ini bukan hanya maraknya pengaruh negatif dari luar. Namun juga dari tengah masyarakat khususnya para wali murid yang kini cenderung sensitif dalam menilai tindak tanduk seorang guru.

Lebih lanjut Wabup Timbul menjelaskan bahwa ada perubahan yang sangat besar tentang pola pikir Wali murid saat ini dibanding dengan beberapa dekade yang lalu. Dimana jika wali murid mengetahui anaknya dihukum oleh guru di sekolah, maka hal itu dianggap hal yang sangat wajar. “Dulu orang tua saya akan sangat berterima kasih kepada guru itu, tidak cukup itu bahkan akan menambah hukuman di rumah,” jelasnya.

“Ini merupakan tantangan yang harus dihadapi guru saat ini, selaku pendidik guru harus tetap konsen pada relnya melaksanakan tugas mulia dalam mendidik. Dan saya berharap agar orang tua bisa menyikapi ini sebagai suatu hal yang positif dalam suatu proses edukasi,” pungkasnya. (dra)