Kamis, Desember 14, 2017
Beranda > Pemerintahan > Harus Dewasa Sikapi Perbedaan Demokrasi

Harus Dewasa Sikapi Perbedaan Demokrasi

Reporter : Syamsul Akbar

KRAKSAAN – Dalam setiap pesta demokrasi terlebih Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pasti akan ada gesekan di tengah-tengah masyarakat. Hal ini lumrah terjadi karena tidak mungkin dalam suatu desa pilihannya sama. Disini tugas dari PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang menjadi tokoh di desa dan kecamatan bagaimana kepentingan yang bertabrakan tersebut bisa diredam sehingga perbedaan itu menjadi dinamika yang akan mendewasakan semua masyarakat dalam berdemokrasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dalam pelantikan 120 anggota PPK dan 990 anggota PPS se-Kabupaten Probolinggo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Rabu (22/11/2017). Bagaimana perbedaan itu memperkaya hasanah dan mendewasakan kita semua yang harus terus belajar dan dewasa dalam menyikapi perbedaan demokrasi, ungkapnya.

Menurut Bupati Tantri, PPK dan PPS harus menjalankan tugas dan kewajibannya sesuai dengan keinginan KPU Kabupaten Probolinggo dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sehingga pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses.

“Jalin komunikasi dan koordinasi dengan segenap pimpinan baik yang ada di desa maupun kecamatan. Jangan lupa juga tingkatkan silaturahim dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat sehingga pelaksanaan Pilkada serentak dapat berjalan dengan sukses dan lancar,”  jelasnya.

Bupati Tantri menambahkan, begitu beratnya tugas dan tanggung jawab KPU. Selain persiapan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018, juga diikuti oleh tahapan Pileg (Pemilihan Legislatif) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) tahun 2019.

“Satu hal di tengah segala ikhtiar yang kita lakukan wajib menundukkan kepala kita, berdoa agar supaya segala tugas dan kewajiban kita serta cita-cita bagaimana membangun Kabupaten Probolinggo jauh lebih baik dan mampu dimudahkan oleh Allah SWT. Tanpa itu semua, ikhtiar apapun akan keok pada waktunya. Beratnya tugas penjenengan harus diiringi dengan berdoa kepada yang menciptakan kita,” pungkasnya.

Sementara Ketua KPU Kabupaten Probolinggo HM Zubaidi meminta kepada anggota PPK dan PPS yang sudah dilantik agar segera melakukan rapat internal untuk menentukan siapa ketua PPK dan PPS.

“Kedua, bagi anggota PPK dan PPS segera bersilaturahim dengan Forkopimka, Kepala desa dan Ketua BPD. Serta anggota Partai Politik (Parpol) sesuai dengan tingkatan. Segera koordinasi dengan Camat untuk menentukan sekretaris PPK. Demikian pula koordinasi dengan Kepala Desa dan Ketua BPD untuk menentukan Sekretaris PPS, ” ungkapnya.

Menurut Zubaidi, kebersamaan antara PPK dan PPS dengan Forkopimka dan pemerintahan desa sangat diharapkan oleh semua. Mohon ijin kepada Camat dan Kepala Desa bahwa nantinya PPK dan PPS ini akan menempati satu ruangan di kecamatan dan balai desa. “Mohon PPK dan PPS segera koordinasi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya.

Zubaidi menambahkan bahwa tugas sudah ada di depan mata. Selanjutnya KPU akan memberikan PPK dan PPS bimtek untuk menyamakan persepsi agar tugas dapat berjalan sesuai harapan bersama. Sebab penyelenggaraan Pilkada mustahil akan berjalan dengan lancar dan aman apabila tidak didukung oleh pemangku kepentingan.

“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah memberikan NPHD dan memfasilitasi terhadap tahapan Pilkada. Kami mengharapkan saran dan masukan dari parpol dan Panwas agar kami bisa berjalan di jalan yang seharusnya,” terangnya.

Demi mendukung kesuksesan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 ini jelas Zubaidi, KPU telah menjalin Nota Kesepahaman dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai pihak. Mulai dari Pemkab Probolinggo, Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo serta berbagai pihak yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Marilah menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Pahami aturan dan memberikan pelayanan yang seadil-adilnya sesuai dengan Peraturan KPU RI. Jadilah pemilih yang cerdas sesuai dengan tagline KPU, Tak Nyoblos Rogi Tretan,” pungkasnya.

Selain Bupati Tantri, pelantikan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Komisioner KPU Kabupaten Probolinggo, perwakilan pimpinan Partai Politik (Parpol), Ketua Apdesi Kabupaten Probolinggo Nurul Huda serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. (wan)