Jumat, November 24, 2017
Beranda > Kesehatan > DPMD Gelar Kontak Kader Posyandu

DPMD Gelar Kontak Kader Posyandu

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai ajang komunikasi antara kader posyandu dengan masyarakat khususnya yang memiliki balita dan lansia (lanjut usia), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo menggelar kontak kader posyandu di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Senin (13/11/2017).

Kegiatan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo Muh. Happy ini diikuti oleh kader posyandu yang berasal dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Sebagai juri berasal dari DPMD, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo.

Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat DPMD Kabupaten Probolinggo Puja Kurniawan mengatakan kontak kader posyandu ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan kader posyandu, khususnya yang berkaitan langsung dengan peran kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dalam posyandu.

Sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program kegiatan posyandu khususnya yang berkaitan dengan pelatihan kader posyandu hingga saat ini. Serta sebagai bahan masukan terhadap perencanaan program kegiatan posyandu khususnya yang berkaitan dengan pelatihan kader posyandu di masa mendatang, katanya.

Sementara Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo Muh Happy mengungkapkan posyandu merupakan soko guru pelayanan kesehatan di masyarakat. Diharapkan di tahun-tahun ke depan peran posyandu dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan semakin tampak.

“Utamanya tampak dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, yang antara lain tercermin dari peningkatan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo yang hingga saat ini masih berada di urutan bawah IPM kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, ” ungkapnya.

Menurut Happy, salah satu komponen IPM adalah tingkat kesehatan, selain tingkat pendidikan dan daya beli masyarakat. Untuk mengukur dimensi kesehatan digunakan angka harapan hidup, termasuk didalamnya Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) yang dari tahun ke tahun harus semakin turun.

“Peran posyandu sangatlah vital dalam upaya menekan AKI dan AKB di Kabupaten Probolinggo. Sebagaimana diketahui dalam masa kehamilan, seorang ibu hamil wajib memeriksakan kandungannya sedikitnya 4 (empat) kali selama masa kehamilan ke fasilitas kesehatan di masyarakat, yang salah satunya posyandu,” jelasnya.

Melihat peran posyandu yang sangat besar, tidak akan dapat terlepas dari peran bidan dan kader posyandu. Kader posyandu sebagai kepanjangan tangan bidan/tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil, bayi dan balita mempunyai peran penting.

“Peran kader posyandu adalah sudah dimulai dari pendataan ibu hamil. Pendataan yang valid akan memberikan ruang waktu yang cukup untuk memberikan pelayanan khusus, misalnya kepada ibu hamil dengan resiko tinggi,” katanya.

Happy menerangkan peran kader posyandu sebelum hari buka, ketika hari buka dan bahkan sesudah hari buka posyandu, akan sangat berperan kepada peningkatan fungsi dan peran posyandu di masyarakat. “Untuk itu, kemampuan dan pengetahuan kader posyandu kepada tugas dan fungsinya sangatlah penting,” terangnya.

Melalui kontak kader posyandu ini Happy mengajak untuk bersama-sama melihat kembali apa yang sudah dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas kader posyandu pada khususnya dan kapasitas posyandu pada umumnya, sebagai bahan evaluasi pengembangan kegiatan pembinaan posyandu dimasa yang akan datang.

“Posyandu bukan milik Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, bukan milik Dinas Kesehatan dan bukan milik puskesmas, posyandu adalah milik kita bersama. Mari kita bersama-sama bahu membahu melibatkan semua sektor untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui posyandu demi kemajuan Kabupaten Probolinggo tercinta, ” pungkasnya. (wan)