Jumat, November 24, 2017
Beranda > Pendidikan > Dongeng Kreatif Pungkasi Festival Kampung Bago

Dongeng Kreatif Pungkasi Festival Kampung Bago

Reporter : Hendra Trisianto
BESUK – Ragam acara dalam Festival Kampung Bago (FKB) # 2 dipungkasan pelaksanaanya, Minggu (12/11/2017) boleh dibilang cukup spektakuler dan menjadi perhatian khusus bagi warga Desa Bago Kecamatan Besuk. Tidak hanya kalangan tua dan muda, anak usia TK dan PAUD pun tampak larut di salah satu acaranya.

Sebut saja acara itu Dongeng Kreatif, yang pada kesempatan itu diisi oleh Kak Azis Franklin asal Kota Malang. Kepiawaiannya dalam mendongeng telah membawanya melalang buana, tidak hanya di Indonesia namun juga ke mancanegara. Kali ini ia menyuguhkan sebuah dongeng yang dikolaborasikan sangat manis dengan seni sulap dan musik untuk melengkapinya.

Penampilan Kak Aziz yang sederhana belum lagi dengan tubuhnya yang kurus itu awalnya kurang mendapatkan respon penonton. Namun bukan Azis Franklin namanya kalau tidak bisa memancing perhatian audiencenya. Dan benar saja, tidak butuh waktu lama baginya, dengan eksen suaranya yang bisa berubah-ubah dan gaya dongengnya yang dramatis dan interaktif membuat puluhan anak-anak PAUD dan TK serta seluruh yang hadir pada sore itu seakan terhipnotis dan terbawa ke dalam alur cerita yang dibawakannya.

Dongeng yang dibawakan saat itu memiliki pesan luhur yang begitu mudah ditangkap oleh anak usia PAUD dan TK. Yakni, mengisahkan tentang persahabatan antara ulat bulu, belalalang, jangkrik dan laba-laba. Dimana karena tampilannya yang kurang menarik, ulat bulu sering kali dibully dan diusir oleh kawan-kawannya itu. Dengan hati ikhlas si ulat pun berdoa kepada Tuhan selama 21 hari didalam kepompong sehingga merubah wujudnya menjadi jauh lebih cantik dan menarik.

“Adik-adik, untuk berbuat baik tidak perlu menjadi indah dulu. Indahlah dalam berbuat dan bergaulah dengan siapa saja. Tidak boleh saling menghina tapi harus saling menghargai dan berbuat baiklah pada mereka. Karena kelak kita juga pasti akan membutuhkan batuan mereka,” kata Kak Azis kepada seluruh yang hadir.

Satu jam lamanya Kak Azis membawakan dongengnya itu. Ririn, salah satu pendidik di TK Insan Harapan yang juga ikut mengawal muridnya mengaku sangat terhibur atas sajian ini. Menurutnya hal ini sangat bermanfaat dalam membantu pihaknya sebagai guru untuk membangun karakter positif bagi anak didiknya. “Karakter Kak Azis sangat disukai anak-anak TK/PAUD. Anak didik kami langsung paham dengan pesan moral yang terkandung dalam dongengnya,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan Nisa, yang sejak awal tampak begitu menikmati sajian ini. Ia tidak menyangka sebelumnya bahwa di desanya yang cukup terpencil itu bakal kedatangan seniman-seniman kawakan kebanggaan Indonesia.

“Wow, ini keren banget lho, terima kasih Pemuda Kampung Bago. Saya harap hiburan seperti ini bisa lebih sering lagi dan khusus untuk dongeng seperti ini mohon diusahakan pagi hari agar bisa dinikmati lebih banyak lagi para siswa, tidak hanya TK/PAUD saja,” pinta guru PAUD Insan Ceria Bago ini. (dra)