Kamis, Desember 14, 2017
Beranda > Kesehatan > Dinkes Gelar Lomba Bagas

Dinkes Gelar Lomba Bagas

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai upaya memberikan penghargaan pada Pembantu Petugas (Bagas) Desa/Kelurahan Siaga Aktif Tingkat Kabupaten Probolinggo, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar Lomba Bagas Tahun 2017, Senin (27/11/2017). Lomba Bagas ini diikuti oleh Bagas perwakilan dari 33 Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Sri Rusminah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kegiatan desa/kelurahan siaga aktif dan kualitasnya. “Serta memotivasi para pelaksana Bagas desa/kelurahan siaga aktif untuk mengembangkan desa/kelurahan siaga aktif,” ungkapnya.

Menurut Rusminah, program pengembangan desa/kelurahan siaga telah dikembangkan pemerintah sejak tahun 2006 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nomor : 564/Menkes/SK/VIII/2006. Dibentuknya desa/kelurahan siaga tersebut bertujuan agar mewujudkan masyarakat yang sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.

“Diharapkan desa/kelurahan siaga yang telah terbentuk menjadi desa/kelurahan siaga aktif berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 1529/Menkes/SK/X/2010 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif,” jelasnya.

Rusminah menegaskan tujuan dikembangkannya desa/kelurahan siaga aktif ini agar dipercepat terwujudnya masyarakat desa dan kelurahan yang peduli, tanggap dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri, sehingga derajat kesehatannya meningkat. “Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan cakupan desa/kelurahan siaga aktif maupun kualitasnya,” terangnya.

Lebih lanjut Rusminah menambahkan cakupan desa/kelurahan siaga aktif di Kabupaten Probolinggo telah mencapai 94,55% (312 desa/kelurahan). “Secara kuantitas telah melampaui target nasional maupun provinsi, namun kualitasnya masih didominasi aktif Pratama (83,64%), sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya, utamanya yang aktif Madya, Purnama dan Mandiri,” pungkasnya. (wan)