Rabu, Januari 17, 2018
Beranda > Kesehatan > Dinkes Fasilitasi Gerakan Bersama Amankan Persalinan

Dinkes Fasilitasi Gerakan Bersama Amankan Persalinan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar kegiatan fasilitasi Gerakan Bersama Amankan Persalinan, Rabu (22/11/2017).

Kegiatan yang digelar di ruang pertemuan Mawar Dinkes Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 35 orang peserta terdiri dari Dosen STIKes Hafshawaty Zainul Hasan (Zaha) Genggong dan STIKes Nurul Jadid beserta mahasiswa Akademi Kebidanan.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Sutilah mengungkapkan kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung strategi meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di pelayanan kesehatan dasar. “Serta membangun kemitraan yang efektif. Demi mewujudkan hal itu, maka perlu adanya gerakan bersama untuk amankan persalinan,” ungkapnya.

Menurut Sutilah, data Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Jawa Timur pada dua tahun terakhir cenderung turun. Demikian juga kasus AKI di Kabupaten Probolinggo, yaitu 20 kasus pada tahun 2016 dan 14 kasus pada tahun 2017.

“Begitu juga dengan Angka Kematian Bayi (AKB), tahun 2016 sebanyak 223 kasus. Sedangkan pada tahun 2017 sampai minggu ke II bulan November sebanyak 159 kasus,” jelanya.

Sutilah menerangkan seiring semakin kompleksnya permasalahan, terutama kesehatan ibu dan di Kabupaten Probolinggo serta semakin tingginya harapan masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas, maka strategi yang dikembangkan mengacu pendekatan berdasarkan sistem kesehatan.

“Strategis yang dikembangkan meliputi upaya kesehatan; penyediaan, distribusi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan; ketersediaan sarana dan prasarana, obat dan peralatan medis kesehatan; pembiayaan; informasi, regulasi dan manajemen; pemberdayaan masyarakat serta penelitian dan studi yang berkontribusi meningkatkan pelayanan KIA dan Gizi, ” terangnya.

Dalam kegiatan ini materi yang disampaikan meliputi penyempurnaan MoU (Memorandum of Understanding), pemetaan jumlah ibu hamil dan jumlah mahasiswa serta kesepakatan tanggal mulai dilaksanakan. Serta presentasi dari masing-masing STIKes tentang pelaksanaan dan hasil pembekalan mahasiswa. Disamping juga kesepakatan dan rencana tindak lanjut kegiatan Gerakan Bersama Amankan Persalinan. (wan)