Kamis, Desember 14, 2017
Beranda > Kemasyarakatan > Cetak Santri Entrepreneur, Pemkab Berikan Pelatihan Pengolahan Lele

Cetak Santri Entrepreneur, Pemkab Berikan Pelatihan Pengolahan Lele

Reporter : Syamsul Akbar
GENDING – Sebagai upaya untuk mencetak santri entreprenuer di kalangan lingkungan pondok pesantren, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan pelatihan usaha alternatif kreatif aneka pengolahan lele bagi santri Pondok Pesantren Sabiluttaibin Desa Sumberkerang Kecamatan Gending, Selasa (5/12/2017).

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang santriwati didampingi oleh beberapa wali santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Sabiluttaibin. Selama pelatihan mereka mendapatkan materi tentang aneka pengolahan lele dari instruktur Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Jatiratu Desa Randupitu Kecamatan Gending.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan selama ini Pondok Pesantren Sabiluttaibin memang melakukan budidaya lele. Namun mereka selalu gagal dalam hal pengolahan lele yang dihasilkannya. Sehingga saat ini berupaya bagaimana mampu belajar untuk membuat aneka pengolahan lele mulai dari kripik lele maupun olahan lele yang lain.

“Pengolahan aneka lele ini diambil karena pesantren ini sudah lama menggeluti usaha budidaya lele. Dengan demikian akan memudahkan dalam mendapatkan bahan bakunya. Harapannya para santri ini bisa terampil dalam membuat aneka olahan lele sebagai bekal ketika kembali di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Menurut Nanang, pelatihan aneka pengolahan lele ini bertujuan untuk meningkatkan SDM santri pondok pesantren di dalam hal kewirausahaan. Sehingga memiliki bekal ketrampilan agar tidak hanya mampu menguasai ilmu agama saja.

“Dengan pelatihan ini setidaknya santri mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan berusaha untuk menjadi seorang pengusaha sehingga bisa meningkatkan perekonomian, khususnya di lingkungan pondok pesantren, ” terangnya.

Nanang menambahkan pelatihan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Probolinggo dalam rangka untuk mengentaskan angka pengangguran di kalangan generasi muda.

“Jika sudah memiliki usaha produktif, tentunya akan berdampak kepada peningkatan dan pemerataan ekonomi. Hal ini tentunya sejalan dengan visi dan misi Ibu Bupati dalam rangka untuk mencetak santri entrepreneur di kalangan pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Sabiluttaibin Kiai Wahyu Supono menyambut baik pelatihan yang diberikan oleh Pemkab Probolinggo kepada santrinya. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat sekali dalam rangka memberikan ketrampilan kepada santrinya sebagai bekal ketika kembali kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan pelatihan ini bisa dipahami dan dikuasai dengan baik oleh para santri sehingga mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat berada di pondok maupun ketika kembali di tengah-tengah masyarakat, ” harapnya. (wan)