Wednesday, August 23, 2017
Beranda > Pendidikan > Apresiasi Prestasi, Ingatkan Siswa Tidak Terburu Menikah

Apresiasi Prestasi, Ingatkan Siswa Tidak Terburu Menikah

Reporter : Syamsul Akbar
Senin 15 Mei 2017

KRAKSAAN – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi suaminya yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si menghadiri pelepasan peserta didik angkatan ke-38 SMKN 1 Kraksaan tahun pelajaran 2016/2017 di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Senin (15/5/2017).

Tahun ini, sebanyak 378 siswa dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Bahkan ada 24 siswa yang sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2017.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten/Kota Probolinggo Sri Yuliasih, Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina serta Kepala SMKN 1 Kraksaan Abdul Rofi dan segenap dewan guru, komite sekolah dan wali murid.

Dalam sambutannya Kepala SMKN 1 Kraksaan Abdul Rofi meminta segenap siswa yang lulus agar senantiasa menjaga nama baik almamater dan orang tua serta menjalin hubungan baik dengan sekolah. “Bagi yang sudah bekerja jalin komunikasi dengan sekolah maupun temannya untuk memberikan informasi adanya lowongan kerja,” katanya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyampaikan bahwa kelulusan ini diraih berkat support dan dukungan dari orang tua. Ke depan dalam pembangunan semua siswa harus ikut pertisipasi. Pasalnya jika sudah saatnya, anak muda yang akan menerima tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang.

“Saya berpesan kepada anak-anakku yang telah lulus dan mampu lulus di tingkat atas. Dari sekian ratus siswa dan siswi nantinya setelah selepas ke SMKN 1 Kraksaan, ada yang langsung bekerja dan meneruskan cita-cita ke perguruan tinggi. Saya berpesan jangan terburu-buru menikah. Karena kalian masih belum mampu dan belum saatnya. Cari kerja dan pengalaman dulu, kalau sudah siap lahir, batin dan finansial baru menikah,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, ilmu yang didapat siswa ini tidak hanya bangku SMA. Sehingga ilmu yang didapat harus dijadikan sebagai bekal saat ini untuk menghadapi tantangan. Tentunya selain keilmuan yang hari ini dituntut, bagaimana kompeten di bidang masing-masing. Jadikan ilmu sebagai bahan dasar siswa siswa SMKN 1 Kraksaan menuju masa depan.

“Kalian harus meraih keilmuan yang tinggi dan sebagai panduan adalah Al Qur’an. Jadikan itu sebuah panduan dan akhlak budi pekerti. supaya ketinggian akhlak kalian yang akan mengantarkan ilmu kalian manfaat. Banyak sekarang tapi belum tentu keilmuannya disukai oleh orang lain,” tegasnya.

Sedangkan H Hasan Aminuddin menyampakian bahwa PTN itu merupakan salah satu upaya untuk mencerdaskan sesama warga masyarakat. “Siswa yang tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) agar tidak galau. Sebab setelah lulus, kemana-mana tergantung pada doa dan belajarnya. Bagi yang diterima di PTN jangan sombong dulu, karena tergantung doa dan ikhtiarnya,” katanya.

“Sudah banyak gelar sarjana yang menganggur. Kalian wajib meneruskan ke jenjang tertinggi, buatlah kedua orang tuanya tersenyum. Inilah salah satu ciri-ciri anak sholeh dan sholeha,” jelasnya.

Hasan meminta kepada orang tua agar tidak terburu-buru anaknya dinikahkan karena anaknya butuh keilmuan agar di masa yang akan datang anaknya tidak tergilas oleh perkembangan zaman. Karena ke depan perkembangan zaman sudah beda dengan saat ini.

“Orang tua harus mengantarkan anak-anaknya agar menjadi orang yang sukses. Sepanjang punya kewajiban sebagai ayah dan ibu pasti rejekinya akan diintervensi oleh Allah supaya terus menyekolahkan anaknya. Tatkala ilmunya sudah cukup, segera nikahkan anaknya sebagai tugas orang tua yang terakhir,” tegasnya.

Kepada para guru Hasan meminta agar merubah perilakunya supaya bisa menjadi contoh bagi anak didiknya dan lebih muda.  “Karena akhlak dan etika serta uswatun hasanah itu lebih baik,” pungkasnya.

Pelepasan peserta didik angkatan ke-38 SMKN 1 Kraksaan ini terbilang sangat istimewa. Sebab dalam kesempatan tersebut, Bupati Tantri ikut melantunkan suaranya dan menyanyikan lagu Kemesraan bersama Tim Paduan Suara SMKN 1 Kraksaan. Tentu saja hal ini membuat suara gemuruh dan applaus dari semua yang hadir di GIC Kota Kraksaan.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan penghargaan kepada perolehan nilai ujian nasional tertinggi (prestasi akademik) meliputi Ilyas Taufiqi (Rekayasa Perangkat Lunak) dengan nilai 248,00, Nur Holilatus Soniah (Multi Media) dengan nilai 261,30, Muhammad Fiki (Teknik Komputer dan Jaringan) dengan nilai 300,00, Sri Rahayu (Pemasaran) dengan nilai 278,10, Yati Nilasari (Akuntansi) dengan nilai 330,10 dan Anis Kurlillah (Administrasi Perkantoran) dengan nilai 340,00.

Sementara untuk 5 besar nilai tertinggi DKHUN tahun 2016/2017, siswa dan siswi SMKN 1 Kraksaan menempatkan 5 (lima) siswanya. Peringkat pertama Anis Kurlillah (340,00), peringkat ketiga Umi Kulsum Indah Lestari (336,00) dan peringkat kelima Yati Nilasari (330,10), peringkat. Prestasi ini terbilang istimewa karena siswa SMKN 1 Kraksaan satu-satunya sekolah negeri kejuruan yang mampu menembus 10 besar. Pasalnya peringkat 2, 4 dan 10 adalah siswa dari SMK Zaha Genggong. (wan/why)