Wednesday, October 18, 2017
Beranda > Pendidikan > 55 Guru MI Probolinggo Dilatih Tematik Integratif

55 Guru MI Probolinggo Dilatih Tematik Integratif

Reporter : Syamsul Akbar
Sabtu 13 Mei 2017

PAITON – Sedikitnya 55 orang guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari 22 lembaga se-Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan tematik integratif berdasarkan Kurikulum 2013 di MI Islamiyah Desa Karanganyar Kecamatan Paiton, Jum’at hingga Minggu (12-14/5/2017).

Pelatihan untuk menyongsong tahun ajaran baru 2017-2018 ini digelar oleh Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya dengan Forum Komunikasi Pendidikan Madrasah (FKPM) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diharapkan mampu mengimplementasikan K-13 revisi di lembaganya masing-masing.

Ketua panitia Zainul Hasan mengungkapkan kegiatan ini bertujuan agar para guru MI memahami dan mengaplikasikan karakteristik sistem manajemen efektif pembelajaran aktif dan model-model strategi pembelajaran aktif serta menerapkan model-model strategi pembelajaran aktif dalam perkuliahan karakteristik mata kuliah yang beragam.

“Selain itu mampu menjelaskan karakteristik Kurikulum 2013, menyusun silabi mata pelajaran yang diampu, menyusun RPP untuk mata pelajaran yang diampu, menjelaskan karakteristik evaluasi berbasis kelas dan menyusun instrumen evaluasi,” katanya.

Sementara Pengawas MI/RA Kecamatan Paiton Misbahul Munir mengharapkan kepada YDSF dan KPI Surabaya agar kegiatan ini bisa diberikan kepada semua guru-guru MI, mengingat antusias lembaga untuk mengirimkan guru-guru sangat besar sekali.

“Kepada peserta saya mengharapkan agar memanfaatkan kegiatan ini semaksimal mungkin dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan persiapan pelaksanaan K13 yang akan dilaksanakan secara serempak pada semua lembaga tahun pelajaran 2017/2018 di Kecamatan Paiton,” katanya.

Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H Santoso menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para guru, termasuk meningkatkan profesionalisme.

“Setidaknya nanti mampu melahirkan prestasi akademik maupun non akademik bagi peserta didik. Melalui pelatihan ini harapannya guru juga bisa mengatasi siswa dalam proses belajar mengajar sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi anak didiknya,” harapnya.

Pelatihan bagi para guru MI ini tidak lepas dari peran para kreator YDSF Surabaya untuk wilayah Kabupaten Probolinggo. Diantaranya Hosnan, Kholid Mustofa, Siti Nur Tamami dan Luluk Mudzakiroh. (wan/why)