Jumat, November 24, 2017
Beranda > Pendidikan > 150 Mahasiswa Terima Bantuan Biaya Pendidikan

150 Mahasiswa Terima Bantuan Biaya Pendidikan

Reporter : Syamsul Akbar

KRAKSAAN – Sedikitnya 150 orang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar Kabupaten Probolinggo mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) bekerja sama dengan Pengurus Cabang ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) Kabupaten Probolinggo. Bantuan ini diserahkan di aula Bin Hasan Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Jumat (3/11/2017) siang.

Penyerahan bantuan biaya pendidikan ini dihadiri oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Ketua PCNU Kota Kraksaan H NasrullahA Sujai, Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina, Ketua PC ISNU Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi beserta segenap pengurus lembaga dan badan otonom (banom) PCNU Kota Kraksaan.

Ketua PC ISNU Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengungkapkan jumlah mahasiswa yang mendapatkan bantuan biaya pendidikan sebanyak 150 orang dan terbagi dalam 35 kelompok. Selanjutnya mereka melaksanakan tugasnya dalam upaya pemberantasan buta aksara di 35 PKBM di Kabupaten Probolinggo. Sehingga para mahasiswa ini telah melaksanakan sebuah kegiatan mulia yang berkontribusi dalam pengentasan buta aksara di Kabupaten Probolinggo.

“Semoga pengalaman ini menjadi pengalaman yang baik untuk dishare ke Pemkab Probolinggo sehingga ada semacam telaah atau usulan kepada Dispendik terkait pengalaman selama 12 kali pertemuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Mudah-mudahan pengalaman mahasiswa ini berkontribusi positif bagi Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Menurut Rozi, dalam pengalamannya mahasiswa tidak hanya dibekali dengan modul Baca Delila sebagaimana program dari BP PAUDNI, tetapi juga bantuan stimulan agar mampu meningkatkan semangat PKBM. Dari beberapa mahasiswa ada yang memanfaatkan stimulan tersebut mulai dari pembuatan keripik ikan dan lain sebagainya.

“Harapannya mahasiswa tidak hanya memberantas buta aksara tetapi juga meningkatkan life skill ekonomi masyarakat. Dalam program pemberantasan buta aksara ini ISNU ambil bagian dengan memperoleh dana hibah untuk mengajak mahasiswa Kabupaten Probolinggo yang belajar di luar daerah seperti Jember, Malang, Surabaya, Jogjakarta dan Jakarta,” jelasnya.

Rozi menerangkan pemberian bantuan biaya pendidikan ini dilakukan agar mahasiswa ikut berkontribusi positif demi kualias SDM masyarakat Kabupaten Probolinggo. Proses penyerahan beasiswa dilakukan dalam 2 tahap dan setiap mahasiswa mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,5 juta. Dimana pada tahap I mahasiswa kemudian mengajar dan setelah dilaksanakan ada bukti pelaporan dari para mahasiswa.

“Harapannya bantuan biaya pendidikan ini menjadi motivasi tersendiri adik-adik mahasiswa untuk terus berkarya dan berbuat bagi Kabupaten Probolinggo. Progran ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah kepada mahasiswa di luar Kabupaten Probolinggo. Karena dananya bukan dari ISNU, kami hanya inisiator. Tetapi mahasiswa tidak hanya laporan saja tetapi juga pertangungjawabannya,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menyampaikan dalam menjalankan program kerja selama ini pihaknya selama bekerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan PC ISNU Kabupaten Probolinggo dengan harapan pelayanannya bisa lebih maksimal.

“Dalam program pemberikan biaya pendidikan dalam upaya pengentasan buta aksara ini tidak hanya sekedar menyerahkan bantuannya saja tetapi di dalamnya ada sebuah pembelajaran yang berharga. Pengalaman setelah memasuki dunia kerja akan merasakan manfaatnya dengan peduli terhadap sesame,” katanya.

Menurut Dewi, tahun 2017 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperoleh penghargaan terkait upaya pemberantasan buta aksara. “Salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Daerah adalah dengan menggandeng berbagai pihak untuk pemberantasan buta aksara,” jelasnya.

Dewi menerangkan bahwa pelibatan mahasiswa dalam program pemberantasan buta aksara ini penting dilakukan karena ilmu itu jendela dunia. “Kita melakukan pemberantasan buta aksara agar masyarakat bisa mandiri dan sejahtera serta mampu mensejajarkan diri dengan masyarakat lain di Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut Dewi menambahkan dengan beasiswa ini diharapkan para mahasiswa bisa menyelesaikan pendidikannya dengan lancar tanpa ada kendala apapun. “Do’a kami semua bisa menyelesaikan pendidikannya dengan lancar tanpa kendala satupun sehingga bisa memasuki dunia sesungguhnya yang penuh dengan persaingan,” tambahnya.

Dewi menambahkan bahwa bekal ilmu yang diperoleh mahasiswa menjadi pintu masuk dunia kerja. Tetapi ilmu tersebut jika masuk kerja hanya berpengaruh 20% saja, sisanya 80% sangat ditentukan oleh tingkah laku, akhlak, disiplin dan semangat. “Tetap belajar dan meningkatkan potensi diri dan perilaku yang baik demi menentukan keberhasilan di era globalisasi bukan hanya barang dan modal tapi juga jasa,” pungkasnya.(wan)